Rabu, Juni 04, 2014
Mengakrabi Proses Tulis dan Gambar
Start Thinking About Sex Education
Mufid : " Bu, Aa Mufid mah ngga ngerti gemana caranya sperma Bapa bisa sampai ke perut ibu?"
Suami dan saya kontan berpandangan, menyatukan suara, jawaban apa yang musti diberikan.
Bapa : " Sperma Bapa sampai harus dengan cara menikah dulu, A"
Mufid :" ohhh,...tapi Aa pernah liat di Metro TV breaking News ada perempuan hamil tapi belum nikah, itu gemana?
Ibu dan Bapa beradu pandang untuk kedua kalinya. Saya bergumam dalam hati "waaah tambah lagi nih PR, harus cari ilmu lagi ...."
Ibu : " Iya A, di dunia itu kan ada aturannya. Kita Muslim punya aturan dari Alloh dan Rosululloh. Kata Alloh laki-laki dan perempuan yang udah dewasa harus menikah dulu baru hamil dan punya anak.
Bapa :" Sperma Bapa sampai ke ibu pun ada caranya. Alloh atur caranya yang benar, InsyaAlloh Bapa dan Ibu kasih tau kalau sudah waktunya."
Mufid :" sekarang belum waktunya gitu?
Bapa dan Ibu kompak : " Iya, kalau Aanya udah siap terima ilmunya, nanti dikasih tau deh...."
Nasi di piring sudah habis, topik pembicaraanpun terhenti. Sepertinya akan ada obrolan jilid dua dan seterusnya mengenai bab ini. Kita lihat saja ke depan. Semoga Alloh membimbing kami semua mengenalkan sex education yang benar dengan cara yang benar pada anak-anak kami. Aamiin
Sabtu, Mei 24, 2014
Sosialisasi dan Bully (1)
Sosialisasi adalah kebutuhan setiap individu agar jiwa raganya sehat termasuk anak-anak kita. Tak peduli ia bersekolah atau belajar di rumah. Sosialisasi berarti interaksi dengan individu atau suatu kelompok.
Memberikan ruang yang cukup untuk sosialisasi (sesuai kebutuhan mereka) adalah kewajiban kita sebagai orangtua.
Pada prakteknya saat bersosialisasi, akan sangat mungkin anak kita menghadapi bully dari pihak lain.
Tentulah kita harus membekali anak-anak kita dengan pengetahuan seputar bully-membully termasuk jurus-jurus mengcounter tindakan bully dari pihak lain.
(Bersambung)
Selasa, Mei 13, 2014
Audisi PILDACIL INDOSIAR di SALMAN ITB
Akhirnya hari yang dinantipun tiba. Ahad, 4 Mei 2014 bertempat di salah satu ruangan Salman ITB audisi dimulai. Mufid ditemani Bi Fina dan Bi Nadya (adik-adik ibu), ibu tidak bisa mendampingi karena acara berbarengan dengan mentoring keluar Vira. Ibu menemani Vira ke Taman Lalu Lintas.
Ada ketegangan, keceriaan, gugup, excited, juga kelucuan-kelucuan ketika ibu putar kembali video rekaman proses audisi.
Ini beberapa fotonya :)
Senin, Mei 12, 2014
PAS ; Melukis Kaos
Ini beberapa fotonya :
Asyiknya makan jelly sama temen paling akrab namanya Fata
Duhhhh, senengnya punya temen akrab, sampai mainpun pegangan tangan :). Ini di Jonas Photo BIP, lagi nunggu antrian foto kelompok Abdul Malik.
Setiap Ahad selalu seru, Malamnya pasti tidur pulas setelah seharian polll main di Salman. Alhamdulillaah.
Sabtu, Mei 10, 2014
IXL ; 4000 soal 40 jam
Minggu-minggu ini sedang menggarap perkalian dengan berbagai variasi soal. Rupanya baru terlihat kemampuan Mufid di dalam perkalian. Secara konsep Mufid paham bagaimana 64 itu dihasilkan dari 8 X 8. dan seterusnya. Hanya jika bicara soal kecepatan mengerjakan, rupanya masih harus terus banyak latihan.
Bapa dan ibu sampai saat ini tidak memberikan anjuran untuk MENGHAFAL perkalian. Kami biarkan saja mengalir sesuai perkembangan pemahamannya terhadap perkalian. Terkadang untuk mendapatkan hasil dari 4 x 7 saja masih harus "loading" dulu atau masih menggunakan bantuan jari :)
Oh, yaa satu lagi kelemahan Mufid adalah KURANG TELITI. Ketika mengalikan, kadang hasilnya meleset lebih atau kurang satu angka. Misal 7 x 8 = 55 katanya dengan pede :D. Karena dia tidak menghafal perkalian menainkan menjumlahkan 7 sebanyak 8 kali. karena kurang teliti atau terburu-buru, salah menjumlahkan.
Itu yang kadang mencuri point yang hampir sampai 100 hingga melorot kebawah lagi dan bikin bete. Ya itulah pembelajaran. Melatih ketelitian, sesabaran, gigih berjuang sampai finish, disamping memahami sebuah konsep matematika dan berkompromi dengan waktu.
Sertifikat dilampirkan menyisil InsyaAlloh karena printer scanner sedang pengen istirahat dulu. :)
Kamis, Mei 08, 2014
Sosialisasi ; sepakbola dengan tetangga
Minggu-minggu ini Mufid sedang enjoy dengan teman-temannya main sepakbola di Lebak. Lebak adalah pesawahan yang cukup luas di seberang jalan dan posisinya di "lembah".
Setiap abis Dhuhur atau abis Ashar teman-temannya ramai nyamper di depan rumah. Dengan semangat diambilnya bola plastik, langsung melesat ke luar dan pulang beberapa saat sebelum adzan Maghrib.
Cerita yang dibawa pulang selalu seru. Kadang senang dengan cerita baru, main bola diguyur hujan di kubangan sawah, atau berpetualsng di rumah kosong. Adà juga cerita gesekan dengan teman-temannya yang membuatnya manyun. Saya anggap semua cerita itu dinamika sosialisasinya untuk mematangkan emosi dan pengalaman interaksi sosialnya.
Satu hal positif yang membuat kami bahagia, di tengah keseruannya bermain dengan teman-temannya, Mufid tetap berusaha menjaga sholatnya. Setiap adzan kadang sufah stand by di masjid, sempat juga tergopoh gopoh saat iqomat hampir selesai. Itu hasil pantauan Bapak. Pernah juga terdengar ajakannya pada teman temannya break dulu untuk sholat di sela asyiknya bermain, semua temannya menolaknya. Ia tetap melenggang ke mushola untuk sholat. Alhamdulillaaah
Happy homeschooling :)









