Minggu, Agustus 10, 2014
Belajar Berbagi
Rabu, Juni 04, 2014
Start Thinking About Sex Education
Mufid : " Bu, Aa Mufid mah ngga ngerti gemana caranya sperma Bapa bisa sampai ke perut ibu?"
Suami dan saya kontan berpandangan, menyatukan suara, jawaban apa yang musti diberikan.
Bapa : " Sperma Bapa sampai harus dengan cara menikah dulu, A"
Mufid :" ohhh,...tapi Aa pernah liat di Metro TV breaking News ada perempuan hamil tapi belum nikah, itu gemana?
Ibu dan Bapa beradu pandang untuk kedua kalinya. Saya bergumam dalam hati "waaah tambah lagi nih PR, harus cari ilmu lagi ...."
Ibu : " Iya A, di dunia itu kan ada aturannya. Kita Muslim punya aturan dari Alloh dan Rosululloh. Kata Alloh laki-laki dan perempuan yang udah dewasa harus menikah dulu baru hamil dan punya anak.
Bapa :" Sperma Bapa sampai ke ibu pun ada caranya. Alloh atur caranya yang benar, InsyaAlloh Bapa dan Ibu kasih tau kalau sudah waktunya."
Mufid :" sekarang belum waktunya gitu?
Bapa dan Ibu kompak : " Iya, kalau Aanya udah siap terima ilmunya, nanti dikasih tau deh...."
Nasi di piring sudah habis, topik pembicaraanpun terhenti. Sepertinya akan ada obrolan jilid dua dan seterusnya mengenai bab ini. Kita lihat saja ke depan. Semoga Alloh membimbing kami semua mengenalkan sex education yang benar dengan cara yang benar pada anak-anak kami. Aamiin
Selasa, Mei 13, 2014
Audisi PILDACIL INDOSIAR di SALMAN ITB
Akhirnya hari yang dinantipun tiba. Ahad, 4 Mei 2014 bertempat di salah satu ruangan Salman ITB audisi dimulai. Mufid ditemani Bi Fina dan Bi Nadya (adik-adik ibu), ibu tidak bisa mendampingi karena acara berbarengan dengan mentoring keluar Vira. Ibu menemani Vira ke Taman Lalu Lintas.
Ada ketegangan, keceriaan, gugup, excited, juga kelucuan-kelucuan ketika ibu putar kembali video rekaman proses audisi.
Ini beberapa fotonya :)
Rabu, Januari 15, 2014
Cie, Duo, Tigo,....
Liburan Maulid (14/01/14) kemarin Mufid janjian nginep sama Ghany sepupunya lewat sms Senin pagi Mufid minta izin untuk pergi ke rumah Nin dengan angkot, berarti ini kali kedua Mufid ngangkot sendiri. Tas digendong, ongkos dimasukkan saku celana, salim kemudian berangkat.
Dua hari nginep di Nin, Mufid dapet oleh oleh. Dia ngobrol sama Teh Icha, salah satu anak kost di rumah Nin yang orang Minang.
"Bu, Aa bisa hitung bahasa Padang dari satu sampai sepuluh" celotehnya
"Oh yaaa, coba ibu mau denger"
"Gini nih Bu, cie, duo, tigo, ampe, limo, anem, tujuah, delapan, sembilan, sepuluah" sebutnya
Wow, saya surprise juga, ternyata walau judulnya main, ada juga pengetahuan yang didapat.
Sore harinya, sewaktu ibu mau jemput pulang, ternyata Aa dan Ghany sedang cerdas cermat dipandu Bi Fina (adik ibu). Tebak-tebakan binatang dengan kombinasi tiga bahasa, Indonesia, Arab Inggris. Seru juga.
Pukul empat sore waktunya pulang, Aa Mufid, dan Vira pulang dibonceng ibu, Aura puas dan senang tersirat dari wajah mereka. Alhamdulillaah,
Sepeda motor melaju sekedarnya menuju Cihanjuang, dengan dua boncengan yang bergantian menguap menahan kantuk.
Rabu, September 25, 2013
Baso dan Cilok
Ibu : "Iya boleh, kalo ada rizkinya kita beli yaa"
Vira : "Iya (balik lagi deh nyebut namanya jadi Iya lagi) mah batonya (yaaa baso juga jadi bato lagi) mau dicilok" katanya bari kerung
Ibu : "diciloook????@#$%^???" si ibu belum ngerti
Vira : "Ffila mah baconya ga mau pake ail" vira nerangin sambil tambah kerung
Ibu : "ooooohhhh dicolok panginten bageur sanes dicilok" si ibu ngakak
*efek sering beli baso dan cilok :)
Senin, September 09, 2013
Nyindir Jadi Nyengir
"Bu, sekarang makan sama apa?"
"Karena tadi pagi kita makan ikan tongkol (tanpa sayur), jadi sekarang menunya sayur ya A"
"Aaaaahhhh sayuuuurrr" mukanya mengkerut
"A, badan Aa juga butuh sayuran A, ayo kita makan sayur siang ini" si ibu sedikit ceramah
"Ah sayuran mah kurang enak rasanya, agak agak gemanaaa gituu" kilahnya
"Emang gemana gitu A" saya penasaran
"Agak pahit bu, bayam, oyong, itu teh rasanya pahit di lidah Aa Mufid mah"
"Maenya A, bayem sareng oyong pait, nu pait mah paria, daun gedang ..." bla bla bla, si ibu mulai terpancing.
"Iya beneran pait, Bu" suaranya meninggi
"Ya udah kalo sayur pahit mah, makannya sama gula beureum aja biar manis" si ibu nyindir kesel
Aa Mufid tak menjawab, pergi ke dapur, menghampiri kulkas,
"Bu, ini ya tempat gula merahnya?, Aa makan sama gula merah aja" katanya lempeng
Si ibu bengong, heran disusul nyengir (teu kuat hayang seuri)
Rupanya sulungku Aa Mufid yang sanguinis ini belum mengerti bahasa sindiran. Dengan lempengnya nyegetan gula merah dan nyaris membawa nasi menemani gula merah yang sudah lebih dulu dikunyahnya.
Saya dan Suami papelong-pelong, bari mesem mesem, mencatat (dalam hati) tambahan deretan pe-er buat si sulung :)





