Subscribe:

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Blog Archive

Tampilkan postingan dengan label Bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa. Tampilkan semua postingan

Selasa, Februari 25, 2014

Persiapan "belajar" Membaca untuk Vira

Mulai 17/02/2014 kemarin Ibu mulai fokus membuka jalan belajar membaca untuk Vira, Salah satu pertimbangannnya adalah karena hampir setiap kali dibacakan buku atau "membaca sendiri" 
Vira sering menanyakan tulisan yang ada di buku tersebut. Ibu melihat ini sebagai salah satu sinyal bahwa ia mulai tertarik dengan bacaan/teks dalam buku. 

Selama dua minggu ini ibu mengenalkan huruf vokal dan bunyinya dengan media flashcard dikombinasi dengan tebak-tebakan huruf, biasanya dilakukan sebelum tidur atau terkadang di waktu tak tentu saat Vira minta tebak-tebakan. Target ibu dalam sehari ada waktu untuk memberikan stimulasi baik kognitif atau afektif untuk kegiatan membaca

Di waktu lain, jika bosan dengan flashcard, ibu mengajak Vira bermain "Cari huruf" di benda apapun yang ada di rumah, di buku yang ibu baca, di tablet, baju sampai di boneka beruang kecil temannya tidur. 

Sebenarnya ibu masih belum ajeg memilih satu metode untuk mengajarkan membaca kepada Vira. Pertimbangan ibu mengenalkan huruf vokal terlebih dahulu adalah karena kelima huruf itu pasti sering dijumpai. Menanamkan citra di memorinya bahwa misalnya yang berbentuk bulat itu berbunyi "o". Mengenal perbedaan bunyi-bunyi itulah yang penting (menurut saya). 

Sambil berjalan, ibu juga harus lebih rajin menggali ilmu mengenai dunia baca membaca ini. Salah satu yang menarik adalah yang saya temukan di tulisan ini.

Tanda-tanda kesiapan membaca:

1. Apakah anak sudah dapat memahami bahasa lisan?
2. Apakah anak sudah dapat mengujarkan kata-kata dengan jelas?
3. Apakah anak sudah dapat mengingat kata-kata?
4. Apakah anak sudah dapat mengujarkan bunyi huruf?
5. Apakah anak sudah menunjukkan minat membaca?
6. Apakah anak sudah dapat membedakan bunyi dengan baik?


 Jika melihat keenam poin diatas, sepertinya poin 4 dan 6 saja yang masih memerlukan banyak latihan sehubungan dengan lidahnya yang masih "cadel". :)

Mimpi ibu adalah Vira bisa dan biasa membaca sebagai gaya hidupnya menguak perbendaharaan ilmu Alloh di dunia agar mudah mendekat padaNya.  Aamiin


Rabu, Januari 15, 2014

Cie, Duo, Tigo,....

Liburan Maulid (14/01/14) kemarin Mufid janjian nginep sama Ghany sepupunya lewat sms  Senin pagi Mufid minta izin untuk pergi ke rumah Nin dengan angkot, berarti ini kali kedua Mufid ngangkot sendiri. Tas digendong, ongkos dimasukkan saku celana, salim kemudian berangkat.

Dua hari nginep di Nin, Mufid dapet oleh oleh. Dia ngobrol sama Teh Icha, salah satu anak kost di rumah Nin yang orang Minang.

"Bu, Aa bisa hitung bahasa Padang dari satu sampai sepuluh" celotehnya
"Oh yaaa, coba ibu mau denger"
"Gini nih Bu, cie, duo, tigo, ampe, limo, anem, tujuah, delapan, sembilan, sepuluah" sebutnya

Wow, saya surprise juga, ternyata walau judulnya main, ada juga pengetahuan yang didapat.

Sore harinya, sewaktu ibu mau jemput pulang, ternyata Aa dan Ghany sedang cerdas cermat dipandu Bi Fina (adik ibu). Tebak-tebakan binatang dengan kombinasi tiga bahasa, Indonesia, Arab Inggris. Seru juga.

Pukul empat sore waktunya pulang, Aa Mufid, dan Vira pulang dibonceng ibu, Aura puas dan senang tersirat dari wajah mereka. Alhamdulillaah,

Sepeda motor melaju sekedarnya menuju Cihanjuang, dengan dua boncengan yang bergantian menguap menahan kantuk.

Senin, September 09, 2013

Nyindir Jadi Nyengir

Hari Senin, Ibu full dirumah. Setelah sholat Dhuhur Aa menanyakan menu makan untuk siang ini. Belakangan memang agak pilih-pilih makannya. Ini penggalan obrolan kami siang tadi





"Bu, sekarang makan sama apa?"

"Karena tadi pagi kita makan ikan tongkol (tanpa sayur), jadi sekarang menunya sayur ya A"

"Aaaaahhhh sayuuuurrr" mukanya mengkerut

"A, badan Aa juga butuh sayuran A,  ayo kita makan sayur siang ini" si ibu sedikit ceramah

"Ah sayuran mah kurang enak rasanya, agak agak gemanaaa gituu" kilahnya

"Emang gemana gitu A" saya penasaran

"Agak pahit bu, bayam, oyong, itu teh rasanya pahit di lidah Aa Mufid mah"

"Maenya A, bayem sareng oyong pait, nu pait mah paria, daun gedang ..." bla bla bla, si ibu mulai terpancing.

"Iya beneran pait, Bu" suaranya meninggi

"Ya udah kalo sayur pahit mah, makannya sama gula beureum aja biar manis" si ibu nyindir kesel

Aa Mufid tak menjawab, pergi ke dapur, menghampiri kulkas,

....dan.......

"Bu, ini ya tempat gula merahnya?, Aa makan sama gula merah aja" katanya lempeng
Si ibu bengong, heran disusul nyengir (teu kuat hayang seuri)

Rupanya sulungku Aa Mufid yang sanguinis ini belum mengerti bahasa sindiran. Dengan lempengnya nyegetan gula merah dan nyaris membawa nasi menemani gula merah yang sudah lebih dulu dikunyahnya.

Saya dan Suami papelong-pelong, bari mesem mesem, mencatat (dalam hati) tambahan deretan pe-er buat si sulung :)