Subscribe:

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Blog Archive

Tampilkan postingan dengan label Sosialisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosialisasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, Agustus 10, 2014

Belajar Berbagi

Berbagi sesuatu yang dimiliki adalah salat satu karakter anak yang perlu dibangun. Benih-benih itu mulai tersemai di diri Vira. Alhamdulillaah.

Meminta Ibu membelikan sepatu dari uang tabungannya. Hadiah untuk Fia (sesupunya)





Vira ngasih hadiah boneka tangan Hello Kitty miliknya ke Fia



Vira minta beli cendol 2 bungkus. Satu untuk Keisha (putri Teh Sri Kandi) dan satu lagi untuknya. 



Sabtu, Mei 24, 2014

Sosialisasi dan Bully (1)

Sosialisasi adalah kebutuhan setiap individu agar jiwa raganya sehat termasuk anak-anak kita. Tak peduli ia bersekolah atau belajar di rumah. Sosialisasi berarti interaksi dengan individu atau suatu kelompok.

Memberikan ruang yang cukup untuk sosialisasi (sesuai kebutuhan mereka) adalah kewajiban kita sebagai orangtua.

Pada prakteknya saat bersosialisasi, akan sangat mungkin anak kita menghadapi bully dari pihak lain.

Tentulah kita harus membekali anak-anak kita dengan pengetahuan seputar bully-membully termasuk jurus-jurus mengcounter tindakan bully dari pihak lain.

(Bersambung)

Senin, Mei 12, 2014

PAS ; Melukis Kaos

Ahad (11/05/2014) kegiatann PAS Vira yaitu melukis Kaos. Vira excited banget kata Bapa yang nganter ke PAS. Ibu ngga ikut karena sedang program istirahat dirumah supaya dede bayinya cepet sehat lagi.

Ini beberapa fotonya :



 Asyiknya makan jelly sama temen paling akrab namanya Fata


Duhhhh, senengnya punya temen akrab, sampai mainpun pegangan tangan :). Ini di Jonas Photo BIP, lagi nunggu antrian foto kelompok Abdul Malik. 



Setiap Ahad selalu seru, Malamnya pasti tidur pulas setelah seharian polll main di Salman. Alhamdulillaah.

Kamis, Mei 08, 2014

Sosialisasi ; sepakbola dengan tetangga

Minggu-minggu ini Mufid sedang enjoy dengan teman-temannya main sepakbola di Lebak. Lebak adalah pesawahan yang cukup luas di seberang jalan dan posisinya di "lembah".

Setiap abis Dhuhur atau abis Ashar teman-temannya ramai nyamper di depan rumah. Dengan semangat diambilnya bola plastik, langsung melesat ke luar dan pulang beberapa saat sebelum adzan Maghrib.

Cerita yang dibawa pulang selalu seru. Kadang senang dengan cerita baru, main bola diguyur hujan di kubangan sawah, atau berpetualsng di rumah kosong. Adà juga cerita gesekan dengan teman-temannya yang membuatnya manyun. Saya anggap semua cerita itu dinamika sosialisasinya untuk mematangkan emosi dan pengalaman interaksi sosialnya.

Satu hal positif yang membuat kami bahagia, di tengah keseruannya bermain dengan teman-temannya, Mufid tetap berusaha menjaga sholatnya. Setiap adzan kadang sufah stand by di masjid, sempat juga tergopoh gopoh saat iqomat hampir selesai. Itu hasil pantauan Bapak. Pernah juga terdengar ajakannya pada teman temannya break dulu untuk sholat di sela asyiknya bermain, semua temannya menolaknya. Ia tetap melenggang ke mushola untuk sholat. Alhamdulillaaah

Happy homeschooling :)

Selasa, Maret 25, 2014

Berteman Ala Vira

Di usia ke-4 Vira mulai menunjukkan keinginannya untuk berteman, mulai mau berkomunikasi dengan teman sebayanya, mengajak bermain atau bercerita walau masih terlihat sedikit malu-malu. Ada beberapa teman-teman sebaya yang cukup intens pertemuannya (seminggu sekali). Dengan Fia sepupunya, dengan Teh Ira dan Naura (Putrinya Ibu Insania di Pramuka Homeschooler Bandung dan beberapa teman di kelompok mentoring PAS semester 60.

Berikut beberapa momen yang sempat terdokumentasikan









Rabu, Maret 19, 2014

Sekedar dokumentasi. 16 Maret 2014, Bi Dini (adik ibu) menikah dengan om Ivan. Ada beberapa pelajaran dari peristiwa bahagia ini. Ingin cerita banyak, tapi mungkin menyusul beberapa waktu ke depan. Mata sudah tak mengizinkan :D


Rabu, Januari 15, 2014

Cie, Duo, Tigo,....

Liburan Maulid (14/01/14) kemarin Mufid janjian nginep sama Ghany sepupunya lewat sms  Senin pagi Mufid minta izin untuk pergi ke rumah Nin dengan angkot, berarti ini kali kedua Mufid ngangkot sendiri. Tas digendong, ongkos dimasukkan saku celana, salim kemudian berangkat.

Dua hari nginep di Nin, Mufid dapet oleh oleh. Dia ngobrol sama Teh Icha, salah satu anak kost di rumah Nin yang orang Minang.

"Bu, Aa bisa hitung bahasa Padang dari satu sampai sepuluh" celotehnya
"Oh yaaa, coba ibu mau denger"
"Gini nih Bu, cie, duo, tigo, ampe, limo, anem, tujuah, delapan, sembilan, sepuluah" sebutnya

Wow, saya surprise juga, ternyata walau judulnya main, ada juga pengetahuan yang didapat.

Sore harinya, sewaktu ibu mau jemput pulang, ternyata Aa dan Ghany sedang cerdas cermat dipandu Bi Fina (adik ibu). Tebak-tebakan binatang dengan kombinasi tiga bahasa, Indonesia, Arab Inggris. Seru juga.

Pukul empat sore waktunya pulang, Aa Mufid, dan Vira pulang dibonceng ibu, Aura puas dan senang tersirat dari wajah mereka. Alhamdulillaah,

Sepeda motor melaju sekedarnya menuju Cihanjuang, dengan dua boncengan yang bergantian menguap menahan kantuk.