Riwayat sepeda Vira dimulai sejak ia umur kurang lebih satu tahun. Sepeda bekas yang dibeli dari seorang teman. Sepeda bayi yang ada dorongannya. Sepeda ini jarang dipakai karena rumah di dalam gang yang ramai. Sampai dibawa pindah ke Cihanjuangpun jarang sekali dipakai.
Satu bulan terakhir Vira suka iseng pakai berkeliling di tengah rumah. Tentu saja sudah kekecilan sepeda itu untuk anak seusianya. Tangan dan kakinya sering pegal setelah main sepeda itu. Sempat juga bermain sepeda di perumahan di belakang rumah.
Lalu Bapa dan ibu berencana membelikan sepeda baru yang sesuai untuk ukuran tubuhnya. Mula-nula Vira ngga mau sepeda roda empat karena takut jatuh katanya kalau kena batu. Ia keukeuh pengen roda tiga aja.
Lalu ibu ajak Vira jalan-jalan ke salah satu swalayan besar, disana ibu tunjukkan sepeda roda tiga, sepeda roda empat dan sepeda roda dua. Dengan pengalaman mencoba menaiki sepeda roda empat, Vira tersenyum seraya mengamini untuk dibelikan sepda roda empat.
Keluar dari ATM, lalu Bapa, Mufid dan Vira berangkat menuju toko sepeda. Tak lama memilih Vira jatuhkan pilihan ke sepeda yang berwarna merah. Deal, sepedapun di bayar.
Rencana awal sepeda akan dibawa esoknya oleh Bapa dan ibu, namun ternyata dengam memaki motor Vira di depan, sepeda di pangku Mufid dengan tali rapia diselendangkan ke Bapa. akhirnya sang sepeda sampai juga di Cihanjuang hari itu juga. Alhamdulillaah.
Siang sepeda sampai. Sorenya sudah lancar menggoes latihan berkeliling di tengah rumah. Tak sabar main sepeda ke perumahan, Akhirnya sepakat hari Sabtu Bapa dan ibu janji untuk mengantar Aa dan Vira main sepeda di perumahan.
Hal sederhana yang membuat kami sekeluarga bahagia. Alhamdulillaah
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Selasa, September 02, 2014
Sepeda Vira
Selasa, Agustus 19, 2014
Gowes Gerlong - Cihanjuang
Berawal dari keinginan Mufid bermain sepeda di Cihanjuang bulan Ramadhan lalu, ia minta izin untuk membawa sepeda dari Gerlong (rumah Ne) ke Cihanjuang. Kami menyarankan untuk mengeksekusinya di bulan Syawwal dengan pertimbangan membawa sepeda sejauh kurang lebih 6 km dengan kondisi shaum. Gak tega dooong.
Syawwal datang, rencana masih terpending karena Bapa dan Mufid shaum syawwal 11 - 16 Agustus kemarin. Mufid bertekad menyelesaikan shaumnya sampai hari Sabtu supaya hari Ahad bisa bawa sepeda ke rumah. Alhamdulillah shaum terkabul, hanya rencana bawa sepeda di hari Ahad terpotong silaturahim ke Ne dan lanjut ke rumah Nin. Eh di rumah Nin ada acara dadakan main ke rumah baru Bi Heny (adik ibu) di Lembang, Mufid tentu saja excited. Lupa deh rencana bawa sepedanya. Pulang ke Gerlong lagi jam 4 sore. "Sepertinya ga mungkin bawa sepeda sekarang, bisa-bisa datengnya Isya", komentarnya setiba di rumah Nin
Akhirnya Senin pagi jam 8.30 Bapa bonceng Mufid ke Gerlong. Bapa ada urusan dulu ke Orbit, Mufid ambil sepeda di rumah Nin, kemudian tunggu di pinggir jalan. Menurut laporan Bapa, Mufid happy banget bawa sepeda. Meski cape dan banyak laporan berita (bahasa kami untuk komentar keluhan Mufid). perjalanan terus dilakoni. Kurang lebih 6 km.
Sepeda digowes di jalan rata atau turunan, di tanjakan sepeda didorong saja. Dari rumah ibu bekali Mufid satu botol besar air minum. Sesekali Mufid berhenti untuk istirahat. Sampai di Cibaligo.Bapa menawarkan Mufid untuk dibonceng plus sepedanya. Tawaran itu disambut baik. Bapa lihat Mufid sudah sangat cukup berjuang mewujudkan keinginan kuatnya membawa sepeda dari Gerlong ke Cihanjuang. Kurang lebih seperempat jarak terakhir dibonceng Bapa sampai depan rumah.
Sampai di rumah langsung cerita "beratnya" perjuangan gowes Gerlong - Cihanjuang sambil memperlihatkan tangannya yang merah merah pegang stang sepeda. Sebenarnya ngga tega membiarkan dia bawa sendiri sepeda, cuma atas pertimbangan dia yang mau dan melihat fisiknya sepertinya cukup kuat, saya mengurungkan niat untuk menghalangi keinginannya.Alhamdulillaah semuanya berjalan lancae. Mufid dan Bapa datang jam 09.50
Salut buat tekad dan kerja keras Aa Mufid. Semoga jadi salah satu peristiwa yang dikenang indah dan jadi penyemangat di masa depanmu, Nak. aamiin
Syawwal datang, rencana masih terpending karena Bapa dan Mufid shaum syawwal 11 - 16 Agustus kemarin. Mufid bertekad menyelesaikan shaumnya sampai hari Sabtu supaya hari Ahad bisa bawa sepeda ke rumah. Alhamdulillah shaum terkabul, hanya rencana bawa sepeda di hari Ahad terpotong silaturahim ke Ne dan lanjut ke rumah Nin. Eh di rumah Nin ada acara dadakan main ke rumah baru Bi Heny (adik ibu) di Lembang, Mufid tentu saja excited. Lupa deh rencana bawa sepedanya. Pulang ke Gerlong lagi jam 4 sore. "Sepertinya ga mungkin bawa sepeda sekarang, bisa-bisa datengnya Isya", komentarnya setiba di rumah Nin
Akhirnya Senin pagi jam 8.30 Bapa bonceng Mufid ke Gerlong. Bapa ada urusan dulu ke Orbit, Mufid ambil sepeda di rumah Nin, kemudian tunggu di pinggir jalan. Menurut laporan Bapa, Mufid happy banget bawa sepeda. Meski cape dan banyak laporan berita (bahasa kami untuk komentar keluhan Mufid). perjalanan terus dilakoni. Kurang lebih 6 km.
Sepeda digowes di jalan rata atau turunan, di tanjakan sepeda didorong saja. Dari rumah ibu bekali Mufid satu botol besar air minum. Sesekali Mufid berhenti untuk istirahat. Sampai di Cibaligo.Bapa menawarkan Mufid untuk dibonceng plus sepedanya. Tawaran itu disambut baik. Bapa lihat Mufid sudah sangat cukup berjuang mewujudkan keinginan kuatnya membawa sepeda dari Gerlong ke Cihanjuang. Kurang lebih seperempat jarak terakhir dibonceng Bapa sampai depan rumah.
Sampai di rumah langsung cerita "beratnya" perjuangan gowes Gerlong - Cihanjuang sambil memperlihatkan tangannya yang merah merah pegang stang sepeda. Sebenarnya ngga tega membiarkan dia bawa sendiri sepeda, cuma atas pertimbangan dia yang mau dan melihat fisiknya sepertinya cukup kuat, saya mengurungkan niat untuk menghalangi keinginannya.Alhamdulillaah semuanya berjalan lancae. Mufid dan Bapa datang jam 09.50
Salut buat tekad dan kerja keras Aa Mufid. Semoga jadi salah satu peristiwa yang dikenang indah dan jadi penyemangat di masa depanmu, Nak. aamiin
Kamis, Februari 27, 2014
Byuuuuurr Kecipak-Kecipuk #2
Alhamdulillah, setelah direnungi banyak juga yang sudah kami peroleh selama setahun ini. Skill renang bertambah, ketahanan fisik dan psikis menghadapi tantangan cuaca, kebersamaan yang hangat, rekreasi murah meriah karena sepanjang perjalanan disuguhi view pegunungan serta deretan kebun sayuran yang menyejukkan mata.
***
Kali ini ibu ingin cerita tentang perkembangan skill renang kami semua sampai hari ini.
Bapa : Tujuan utamanya adalah untuk menormalkan gerak kaki-tangan sebelah kiri (pasca stroke) dengan kaki-tangan sebelah kanan. Gerakan meluncur dengan sesekali gaya dada untuk tangan lumayan memberikan efek positif. Sampai hari ini kepakan kaki kiri hampir sama dengan kanan begitu pula tangan. Tak bisa dipaksakan dari tepi ke tepi seberang karena bisa kram si kaki atau paha kiri. Dilakukan enjoy sekuatnya tanpa target yang penting treatment kontinyu.
Alhamdulillaah salah satu manfaat yang dirasa adalah stamina menjalani aktifitas harian lebih stabil, sudah bisa bawa motor setengah harian seminggu dua-tiga kali.
Ibu : sebelum hamil ibu punya terget 10 kali bolak balik (panjang kolam kurleb 10 m) dengan bergantian tiga gaya kecuali gaya punggung yang belum bisa stabil (sempet bisa cuma lama ngga dipake jadi harus berlatih lagi deh). Setelah hamil masih tetap berenang dengan fokus pengaturan pernafasan dan target diturunkan jadi 5-6 kali bolak balik. fleksibel tergantung kondisi stamina. Alhamdulillaah setelah renang badan lebih fit walau sempat agak sedikit lelah, biasanya dibalas dengan istirahat yang cukup.
Setelah lancar di level 2, lanjut level 3 (tingginya setelinga Mufid) jadi jika berdiri tanpa jinjit mulut dan hidung terendam. Sempat nyalinya ciut karena takut tenggelam katanya. Triknya adalah setiap jalan didampingi oleh Bapa atau Ibu. Awalnya memang sempat beberapa kali hidungnya kemasukan air karena panik dan belum bisa atur nafas. Perlahan kami terus support dia, meyakinkan dia bahwa dia bisa jika dia mau bertahan terus mencoba. Dua-tiga bulan masa adaptasi di level 3.
Satu bulan terakhir di level 3 ini sudah bisa meluncur sejauh 5 m lanjut 5 meter berikutnya. Ibu lihat kepanikan sudah jauh berkurang, atur nafas mulai teratur dan mulai enjoy.
Oh ya, karena penasaran melihat Bapa dan Ibu "beroperasi" di level 4 dan 5 (150 cm lebih), dua minggu terakhir Mufid uji nyali di level 4 dan ternyata dia bisa tanpa berhenti sampai pembatas tengah kolam (berarti 5 m).
Bukan sanginis kalau tidak pandai membuat keseruan-keseruan. Biasanya setelah "berlatih" serius, Mufid lanjut main sama Vira, Entah itu main ciprat, gelinding ban di air atau bersantai diatas ban dengan kacamata renang plus tumpang kaki. Begitulah cara si sanguinins menikmati proses.
Vira : putri Bapa dan Ibu yang satu ini memang masih dalam tahap pengenalan. Mulai dari memasukkan kaki sampai lutut ke dalam air, masuk kolam, pakai ban dipeluk ibu, sempat mogok ngga mau masuk kolam juga.
Dua bulanan ke belakang mulai mau masuk kolam lagi, pakai ban, dipeluk ibu gerak gerak kaki sambil didorong ibu berkeliling di level 1 sampai level 3. Kadang balapan sama Bapa atau Aa mufid. Dua minggi terakhir Vira belajar menyelam. Menyelam versi Vira adalah melepas ban dan memasukkan sebagian kepala bagian muka ke dalam air beberapa detik kemudian menariknya kembali sambil berteriak girang "Vila bisa menyelaaaam". Kemajuan besar buat Vira :)
***
Atas semua perkembangan, kebahagiaan dan kebersamaan ini Ibu mengucap syukur sepenuh hati, semoga hal sedehana ini dibukukan Alloh sebagai ibadah menjaga amanah tubuh. Aamiin
Label:
Evaluasi HS,
Mufid,
Navira,
Olahraga,
Renang
Rabu, September 18, 2013
Renang ; Manfaat dan Teknik Dasar
Tulisan ini disarikan dari www.anneahira.com.
Renang dikenal sebagai latihan kardiovaskular yang efektif, meningkatkan denyut jantung, membangun ketahanan tubuh dan memperkuat otot-otot. Renang juga merupakan latihan yang baik untuk paru-paru sehingga dapat meningkatkan kapasitas paru-paru.
Sebagian besar olahraga berkonsentrasi pada satu bagian otot saja, sementara renang melatih hampir semua otot sehingga menjadi lebih kuat.
Salah satu fakta kesehatan renang adalah sebagai salah satu cara cepat mengurangi lemak. Ini adalah latihan untuk membakar kalori dan menurunkan berat badan.
Fakta lain dari renang adalah bahwa olahraga ini dapat dilakukan oleh ibu hamil. Ini adalah latihan cardio / jantung yang membantu sistem kardiovaskular bekerja dengan baik, yang penting untuk perkembangan rahim. juga membantu menjaga berat badan yang sesuai saat hamil. Manfaat lain bagi ibu hamil adalah bahwa renang bisa meningkatkan fleksibilitas tubuh dan melembutkan jaringan tubuh. Manfaat kesehatan lain dari renang adalah membantu kaum calon ibu mendapatkan sisi rileks dan mengurangi stres. Renang juga membantu mengatur pola pernapasan dan meningkatkan aliran oksigen ke otot. Lebih lanjut membantu meningkatkan sirkulasi darah.
Renang juga dapat membantu mengurangi masalah kesehatan seperti nyeri punggung dan kaki. Salah satu manfaat renang di air dingin adalah membantu merilekskan tulang belakang yang tegang. Karena tulang belakang yang tegang dapat menyebabkan masalah seperti sakit kepala dan kelemahan. Berenang juga dapat membantu menyembuhkan masalah nyeri sendi dan tekanan darah tinggi.
Sangat baik mengajak anak-anak berenang sedari usia dini. Selain untuk melatih ketahanan dan kekuatan fisik, melatih keberanian, kesabaran dan keuletan, reang juga merupakan rekreasi yang menyenangkan bagi anak-anak.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari renang, sebaiknya dilakukan secara teratur. Melakukan pemanasan sebelum renang dan melakukan pendinginan setelahnya.
Hal hal dasar yang harus dilatihkan saat memulai belajar renang
1. Pengenalan air.
2. Memasukkan kepala ke dalam air.
3. Membuka mata di dalam air.
4. Bernapas dengan benar di dalam air.
5. Berlari-lari di dalam air.
6. Menyelam atau memasukkan kepala lebih dalam ke air.
7. Mengapung
8. Melompat ke dalam air.
9. Meluncur di dalam air.
10. Berlatih beberapa gerakan tangan di dalam air.
11. Gerakan kail.
12. Berlatih beberapa gerakan sekaligus.
Ada tiga hal utama yang harus menjadi perhatian saat pengenalan air, yaitu bernafas dengan benar, meluncur serta mengapung. Ketiga hal tersebut yang selanjutnya akan menjadi dasar dalam belajar renang.
Bernapas dengan Benar.
tidak mudah untuk melakukan teknik bernafas yang benar di dalam air. Saat berada di atas permukaan, udara dihirup dan dihembuskan saat berada di dalam air. Beberapa orang cenderung menahan udara saat di dalam air, dan menghembuskan lagi saat berada di permukaan. Ini merupakan teknik bernafas yang keliru dalam renang. Perlu dilatih juga, saat berenang, udara dihirup melalui mulut dan di dalam air dihembuskan melalui hidung. Ini harus dilatih secara perlahan dan kontinu agar selanjutnya dapat terbiasa.
Meluncur
Setelah menguasai teknik bernafas yang benar, lakukan latihan meluncur. Latihan ini sangat berguna untuk melatih keseimbangan di dalam air. Cara yang mudah untuk belajar meluncur yaitu dengan berdiri menempel ke dinding kolam dalam posisi membelakangi, dengan salah satu kaki menempel ke dinding untuk menolak. Posisi kedua tangan menempel lurus ke atas dengan kedua ibu jari bertautan. Condongkan tubuh ke depan dan menunduk, sekaligus lakukan dorongan menolak dengan kaki Anda. Tahan hingga posisi luncur menurun, baru turunkan kaki dan berdiri lagi. Jangan terburu –buru untuk segera berdiri karena justru akan menyebabkan hilangnya keseimbangan tubuh.
Mengapung
Pada prinsipnya, mengapung adalah berada di pusat titik berat badan dan berpindah ke pusat titik apung. Dalam posisi kepala dibaringkan ke belakang, letakkan punggung dan telapak tangan ke belakang, keluar dari bahu, maka tekanan air akan mulai mendorong tubuh hingga kaki akan naik pada posisi mengapung yang normal.
Jika teknik awal renang telah dikuasai, baru dilanjutkan dengan mempelajari teknik renang gaya tertentu. Untuk pemula, akan dipelajari teknik renang gaya bebas sebelum mempelajari teknik renang yang lain. Renang gaya bebas akan lebih mudah dilakukan karena tidak terikat suatu aturan tertentu. Untuk melakukan renang gaya bebas, kembali melakukan hal – hal dasar yang telah dipelajari sebelumnya, yaitu meluncur. Setelah meluncur, dilanjutkan dengan melakukan gerakan kaki. Dalam posisi menghadap ke dinding kolam renang, gerakkan kaki ke atas dan ke bawah secara perlahan dan bergantian. Setelah itu, lanjutkan dengan berlatih gerakan tangan. Bungkukkan badan ke arah depan dengan kedua tangan lurus ke depan, tarik tangan kanan ke bawah air. Jika telah berada di bawah badan, bengkokkan siku, lalu angkat kembali ke depan. Lakukan secara bergantian dengan tangan yang kiri. Kemudian kembali harus melatih teknik pernafasan Anda. Latihan yang terakhir adalah kombinasi, dimana Anda mula – mula meluncur, kemudian lakukan kombinasi gerakan tangan dan kaki sembari tetap memperhatikan teknik pernafasan yang benar.
Kenali Manfaat Bagi Kesehatan
Sebagian besar olahraga berkonsentrasi pada satu bagian otot saja, sementara renang melatih hampir semua otot sehingga menjadi lebih kuat.
Salah satu fakta kesehatan renang adalah sebagai salah satu cara cepat mengurangi lemak. Ini adalah latihan untuk membakar kalori dan menurunkan berat badan.
Fakta lain dari renang adalah bahwa olahraga ini dapat dilakukan oleh ibu hamil. Ini adalah latihan cardio / jantung yang membantu sistem kardiovaskular bekerja dengan baik, yang penting untuk perkembangan rahim. juga membantu menjaga berat badan yang sesuai saat hamil. Manfaat lain bagi ibu hamil adalah bahwa renang bisa meningkatkan fleksibilitas tubuh dan melembutkan jaringan tubuh. Manfaat kesehatan lain dari renang adalah membantu kaum calon ibu mendapatkan sisi rileks dan mengurangi stres. Renang juga membantu mengatur pola pernapasan dan meningkatkan aliran oksigen ke otot. Lebih lanjut membantu meningkatkan sirkulasi darah.
Renang juga dapat membantu mengurangi masalah kesehatan seperti nyeri punggung dan kaki. Salah satu manfaat renang di air dingin adalah membantu merilekskan tulang belakang yang tegang. Karena tulang belakang yang tegang dapat menyebabkan masalah seperti sakit kepala dan kelemahan. Berenang juga dapat membantu menyembuhkan masalah nyeri sendi dan tekanan darah tinggi.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari renang, sebaiknya dilakukan secara teratur. Melakukan pemanasan sebelum renang dan melakukan pendinginan setelahnya.
Kenalilah Air
1. Pengenalan air.
2. Memasukkan kepala ke dalam air.
3. Membuka mata di dalam air.
4. Bernapas dengan benar di dalam air.
5. Berlari-lari di dalam air.
6. Menyelam atau memasukkan kepala lebih dalam ke air.
7. Mengapung
8. Melompat ke dalam air.
9. Meluncur di dalam air.
10. Berlatih beberapa gerakan tangan di dalam air.
11. Gerakan kail.
12. Berlatih beberapa gerakan sekaligus.
Teknik Dasar dalam Renang
Bernapas dengan Benar.
tidak mudah untuk melakukan teknik bernafas yang benar di dalam air. Saat berada di atas permukaan, udara dihirup dan dihembuskan saat berada di dalam air. Beberapa orang cenderung menahan udara saat di dalam air, dan menghembuskan lagi saat berada di permukaan. Ini merupakan teknik bernafas yang keliru dalam renang. Perlu dilatih juga, saat berenang, udara dihirup melalui mulut dan di dalam air dihembuskan melalui hidung. Ini harus dilatih secara perlahan dan kontinu agar selanjutnya dapat terbiasa.
Meluncur
Setelah menguasai teknik bernafas yang benar, lakukan latihan meluncur. Latihan ini sangat berguna untuk melatih keseimbangan di dalam air. Cara yang mudah untuk belajar meluncur yaitu dengan berdiri menempel ke dinding kolam dalam posisi membelakangi, dengan salah satu kaki menempel ke dinding untuk menolak. Posisi kedua tangan menempel lurus ke atas dengan kedua ibu jari bertautan. Condongkan tubuh ke depan dan menunduk, sekaligus lakukan dorongan menolak dengan kaki Anda. Tahan hingga posisi luncur menurun, baru turunkan kaki dan berdiri lagi. Jangan terburu –buru untuk segera berdiri karena justru akan menyebabkan hilangnya keseimbangan tubuh.
Mengapung
Pada prinsipnya, mengapung adalah berada di pusat titik berat badan dan berpindah ke pusat titik apung. Dalam posisi kepala dibaringkan ke belakang, letakkan punggung dan telapak tangan ke belakang, keluar dari bahu, maka tekanan air akan mulai mendorong tubuh hingga kaki akan naik pada posisi mengapung yang normal.
Jika teknik awal renang telah dikuasai, baru dilanjutkan dengan mempelajari teknik renang gaya tertentu. Untuk pemula, akan dipelajari teknik renang gaya bebas sebelum mempelajari teknik renang yang lain. Renang gaya bebas akan lebih mudah dilakukan karena tidak terikat suatu aturan tertentu. Untuk melakukan renang gaya bebas, kembali melakukan hal – hal dasar yang telah dipelajari sebelumnya, yaitu meluncur. Setelah meluncur, dilanjutkan dengan melakukan gerakan kaki. Dalam posisi menghadap ke dinding kolam renang, gerakkan kaki ke atas dan ke bawah secara perlahan dan bergantian. Setelah itu, lanjutkan dengan berlatih gerakan tangan. Bungkukkan badan ke arah depan dengan kedua tangan lurus ke depan, tarik tangan kanan ke bawah air. Jika telah berada di bawah badan, bengkokkan siku, lalu angkat kembali ke depan. Lakukan secara bergantian dengan tangan yang kiri. Kemudian kembali harus melatih teknik pernafasan Anda. Latihan yang terakhir adalah kombinasi, dimana Anda mula – mula meluncur, kemudian lakukan kombinasi gerakan tangan dan kaki sembari tetap memperhatikan teknik pernafasan yang benar.
Langganan:
Postingan (Atom)


