Subscribe:

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Blog Archive

Tampilkan postingan dengan label Mufid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mufid. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juli 27, 2016

Mata Pelajaran "Sekolah"

Babak baru untuk si sulung. Mencoba rasanya bangku sekolah, berangkat pagi, berpakaian sama dengan teman-teman, mengenal guru selain dari Bapa Ibunya.

Dan malam ini si emak harus menunda pekerjaan karena mendampingi si sulung mengerjakan PR.


Senin, September 08, 2014

Menemani

Perbincangan atas makan malam kemarin

Ibu      : "Besok Ibu mau shaum Qodho"
Bapa    : "Bapa mau nemenin ibu ah"
Mufid  : "A Mufid juga mau temenin ya Bu"
Vira     : " Iya juga,.....Iya jugaaa..."
Ibu       : "Aa mau temenin ibu shaum besok, Aa niatnya shaum Senin Kamis aja" jelas saya serius
Mufid   : "(sambil nyengir) Aa mah temenin sahurnya aja ya bu"
Ibu        : "duing.......duing??????? :( "
Ibu        : "Kalo Vira mau temenin ibu shaum juga?"
Vira       : "Iya mah mau temenin makan pas baca Allohumma laka sumtu aja" (buka maksudnya)
Ibu         : Wak.....Waw......:) :) :)

Selasa, September 02, 2014

Sepeda Vira

Riwayat sepeda Vira dimulai sejak ia umur kurang lebih satu tahun. Sepeda bekas yang dibeli dari seorang teman. Sepeda bayi yang ada dorongannya. Sepeda ini jarang dipakai karena rumah di dalam gang yang ramai. Sampai dibawa pindah ke Cihanjuangpun jarang sekali dipakai.

Satu  bulan terakhir Vira suka iseng pakai berkeliling di tengah rumah. Tentu saja sudah kekecilan sepeda itu untuk anak seusianya.  Tangan dan kakinya sering pegal setelah main sepeda itu. Sempat juga bermain sepeda di perumahan di belakang rumah.


Lalu Bapa dan ibu berencana membelikan sepeda baru yang sesuai untuk ukuran tubuhnya. Mula-nula Vira ngga mau sepeda roda empat karena takut jatuh katanya kalau kena batu. Ia keukeuh pengen roda tiga aja.

Lalu ibu ajak Vira jalan-jalan ke salah satu swalayan besar, disana ibu tunjukkan sepeda roda tiga, sepeda roda empat dan sepeda roda dua. Dengan pengalaman mencoba menaiki sepeda roda empat, Vira tersenyum seraya mengamini untuk dibelikan sepda roda empat.

Keluar dari ATM, lalu Bapa, Mufid dan Vira berangkat menuju toko sepeda. Tak lama memilih Vira jatuhkan pilihan ke sepeda yang berwarna merah. Deal, sepedapun di bayar.

Rencana awal sepeda akan dibawa esoknya oleh Bapa dan ibu, namun ternyata dengam memaki motor Vira di depan, sepeda di pangku Mufid dengan tali rapia diselendangkan ke Bapa. akhirnya sang sepeda sampai juga di Cihanjuang hari itu juga. Alhamdulillaah.


Siang sepeda sampai. Sorenya sudah lancar menggoes latihan berkeliling di tengah rumah. Tak sabar main sepeda ke perumahan, Akhirnya sepakat hari Sabtu Bapa dan ibu janji untuk mengantar Aa dan Vira main sepeda di perumahan.



Hal sederhana yang membuat kami sekeluarga bahagia. Alhamdulillaah




Senin, September 01, 2014

ODOA dan ODOH


Kami Keluarga Muslim,
Pedoman hidup kami Al Qur'an dan As Sunnah

Lalu bagaimana "membumikan" tagline diatas pada kami serta anak-anak?. Salah satu cara yang terpikir adalah dengan pembiasaan mendekatkan diri kami serta anak-anak dengan Al Qur'an san Hadits Rasululloh SAW

Lalu teknisnya?

Setiap ba'da Sholat Shubuh setelah Ibu atau Bapa menyimak bacaan Al Qur'an Aa Mufid satu makro', Kami (Bapa, Ibu dan Aa Mufid) membaca satu ayat dari Al Qur'an serta terjemahnya dilanjutkan dengan membaca satu Hadits (artinya saja) dimulai dari Hadts Bukhori.

Bergiliran kami membacanya. Hari pertama Bapa, hari kedua Ibu dan hari ketiga Aa Mufid. Begitu seterusnya.

Kegiatan ini sudah berjalan setengah bulan. Kami berdo'a semoga kegiatan ini istiqomah. Aamiin


Cat : kami baru di level mendawamkan membacanya, BELUM ke level menghafalkan seperti pada gambar.

Selasa, Agustus 19, 2014

Gowes Gerlong - Cihanjuang

Berawal dari keinginan Mufid bermain sepeda di Cihanjuang bulan Ramadhan lalu, ia minta izin untuk membawa sepeda dari Gerlong (rumah Ne) ke Cihanjuang. Kami menyarankan untuk mengeksekusinya di bulan Syawwal dengan pertimbangan membawa sepeda sejauh kurang lebih 6 km dengan kondisi shaum. Gak tega dooong.

Syawwal datang, rencana masih terpending karena Bapa dan Mufid shaum syawwal 11 - 16 Agustus kemarin. Mufid bertekad menyelesaikan shaumnya sampai hari Sabtu supaya hari Ahad bisa bawa sepeda ke rumah. Alhamdulillah shaum terkabul, hanya rencana bawa sepeda di hari Ahad terpotong silaturahim ke Ne dan lanjut ke rumah Nin. Eh di rumah Nin ada acara dadakan main ke rumah baru Bi Heny (adik ibu) di Lembang, Mufid tentu saja excited. Lupa deh rencana bawa sepedanya. Pulang ke Gerlong lagi jam 4 sore. "Sepertinya ga mungkin bawa sepeda sekarang, bisa-bisa datengnya Isya", komentarnya setiba di rumah Nin

Akhirnya Senin pagi jam 8.30 Bapa bonceng Mufid ke Gerlong. Bapa ada urusan dulu ke Orbit, Mufid ambil sepeda di rumah Nin, kemudian tunggu di pinggir jalan. Menurut laporan Bapa, Mufid happy banget bawa sepeda. Meski cape dan banyak laporan berita (bahasa kami untuk komentar keluhan Mufid). perjalanan terus dilakoni. Kurang lebih 6 km.

Sepeda digowes di jalan rata atau turunan, di tanjakan sepeda didorong saja. Dari rumah ibu bekali Mufid satu botol besar air minum. Sesekali Mufid berhenti untuk istirahat. Sampai di Cibaligo.Bapa menawarkan Mufid untuk dibonceng plus sepedanya. Tawaran itu disambut baik. Bapa lihat Mufid sudah sangat cukup berjuang mewujudkan keinginan kuatnya membawa sepeda dari Gerlong ke Cihanjuang. Kurang lebih seperempat jarak terakhir dibonceng Bapa sampai depan rumah.

Sampai di rumah langsung cerita "beratnya" perjuangan gowes Gerlong - Cihanjuang sambil memperlihatkan tangannya yang merah merah pegang stang sepeda. Sebenarnya ngga tega membiarkan dia bawa sendiri sepeda, cuma atas pertimbangan dia yang mau dan melihat fisiknya sepertinya cukup kuat, saya mengurungkan niat untuk menghalangi keinginannya.Alhamdulillaah semuanya berjalan lancae. Mufid  dan Bapa datang jam 09.50

Salut buat tekad dan kerja keras Aa Mufid. Semoga jadi salah satu peristiwa yang dikenang indah dan jadi penyemangat di masa depanmu, Nak. aamiin


Rabu, Juni 04, 2014

Start Thinking About Sex Education

Kemarin pagi sewaktu sarapan pagi, Kami ngobrol ngalor ngdul dan entah bagaimana jalannya, sampai pada obrolan berikut:

Mufid : " Bu, Aa Mufid mah ngga ngerti gemana caranya sperma Bapa bisa sampai ke perut ibu?"

Suami dan saya kontan berpandangan, menyatukan suara, jawaban apa yang musti diberikan.

Bapa : " Sperma Bapa sampai harus dengan cara menikah dulu, A"
Mufid :" ohhh,...tapi Aa pernah liat di Metro TV breaking News ada perempuan hamil tapi belum nikah, itu gemana?

Ibu dan Bapa beradu pandang untuk kedua kalinya. Saya bergumam dalam hati "waaah tambah lagi nih PR, harus cari ilmu lagi ...."

Ibu : " Iya A, di dunia itu kan ada aturannya. Kita Muslim punya aturan dari Alloh dan Rosululloh. Kata Alloh laki-laki dan perempuan yang udah dewasa harus menikah dulu baru hamil dan punya anak.

Bapa :" Sperma Bapa sampai ke ibu pun ada caranya. Alloh atur caranya yang benar, InsyaAlloh Bapa dan Ibu kasih tau kalau sudah waktunya."

Mufid :" sekarang belum waktunya gitu?

Bapa dan Ibu kompak : " Iya, kalau Aanya udah siap terima ilmunya, nanti dikasih tau deh...."

Nasi di piring sudah habis, topik pembicaraanpun terhenti. Sepertinya akan ada obrolan jilid dua dan seterusnya mengenai bab ini. Kita lihat saja ke depan. Semoga Alloh membimbing kami semua mengenalkan sex education yang benar dengan cara yang benar pada anak-anak kami. Aamiin

Selasa, Mei 13, 2014

Audisi PILDACIL INDOSIAR di SALMAN ITB

SMS pemberitahuan seleksi datang seminggu sebelum audisi. Dengan 4 kali latihan bersama kakak PAS dan selebihnya latihan alakadarnya di rumah, akhirnya Mufid siap ikut audisi.

Akhirnya hari yang dinantipun tiba. Ahad, 4 Mei 2014 bertempat di salah satu ruangan Salman ITB audisi dimulai. Mufid ditemani Bi Fina dan Bi Nadya (adik-adik ibu), ibu tidak bisa mendampingi karena acara berbarengan dengan mentoring keluar Vira. Ibu menemani Vira ke Taman Lalu Lintas.

Ada ketegangan, keceriaan, gugup, excited, juga kelucuan-kelucuan ketika ibu putar kembali video rekaman proses audisi.

Ini beberapa fotonya :)



Sabtu, Mei 10, 2014

IXL ; 4000 soal 40 jam

Akhir April kemarin pencapaian Mufid di IXL sudah 4000 soal yang dikerjakan selama 40 jam (Mulai kelas 3).

Minggu-minggu ini sedang menggarap perkalian dengan berbagai variasi soal. Rupanya baru terlihat kemampuan Mufid di dalam perkalian. Secara konsep Mufid paham bagaimana 64 itu dihasilkan dari 8 X 8. dan seterusnya. Hanya jika bicara soal kecepatan mengerjakan, rupanya masih harus terus banyak latihan.

Bapa dan ibu sampai saat ini tidak memberikan anjuran untuk MENGHAFAL perkalian. Kami biarkan saja mengalir sesuai perkembangan pemahamannya terhadap perkalian. Terkadang untuk mendapatkan hasil dari 4 x 7 saja masih harus "loading" dulu atau masih menggunakan bantuan jari :)

Oh, yaa satu lagi kelemahan Mufid adalah KURANG TELITI. Ketika mengalikan, kadang hasilnya meleset lebih atau kurang satu angka. Misal 7 x 8 = 55 katanya dengan pede :D. Karena dia tidak menghafal perkalian menainkan menjumlahkan 7 sebanyak 8 kali. karena kurang teliti atau terburu-buru, salah menjumlahkan.

Itu yang kadang mencuri point yang hampir sampai 100 hingga melorot kebawah lagi dan bikin bete. Ya itulah pembelajaran. Melatih ketelitian, sesabaran, gigih berjuang sampai finish, disamping memahami sebuah konsep matematika dan berkompromi dengan waktu.

Sertifikat dilampirkan menyisil InsyaAlloh karena printer scanner sedang pengen istirahat dulu. :)

Kamis, Mei 08, 2014

Sosialisasi ; sepakbola dengan tetangga

Minggu-minggu ini Mufid sedang enjoy dengan teman-temannya main sepakbola di Lebak. Lebak adalah pesawahan yang cukup luas di seberang jalan dan posisinya di "lembah".

Setiap abis Dhuhur atau abis Ashar teman-temannya ramai nyamper di depan rumah. Dengan semangat diambilnya bola plastik, langsung melesat ke luar dan pulang beberapa saat sebelum adzan Maghrib.

Cerita yang dibawa pulang selalu seru. Kadang senang dengan cerita baru, main bola diguyur hujan di kubangan sawah, atau berpetualsng di rumah kosong. Adà juga cerita gesekan dengan teman-temannya yang membuatnya manyun. Saya anggap semua cerita itu dinamika sosialisasinya untuk mematangkan emosi dan pengalaman interaksi sosialnya.

Satu hal positif yang membuat kami bahagia, di tengah keseruannya bermain dengan teman-temannya, Mufid tetap berusaha menjaga sholatnya. Setiap adzan kadang sufah stand by di masjid, sempat juga tergopoh gopoh saat iqomat hampir selesai. Itu hasil pantauan Bapak. Pernah juga terdengar ajakannya pada teman temannya break dulu untuk sholat di sela asyiknya bermain, semua temannya menolaknya. Ia tetap melenggang ke mushola untuk sholat. Alhamdulillaaah

Happy homeschooling :)

Minggu, April 27, 2014

Hihid dan Kotak Bumbu

Salah satu oleh-oleh yang didapat dari kegiatan Pramuka Homeschooler Bandung dua pekan lalu adalah bambu-bambu yang telah dibelah tipis-tipis untuk anyaman. Bambu yang masih tersisa banyak dihadiahkan oleh teh Maya.

Sore hari sambil menanti jadwal latihan Kungfu, Ibu membuat kotak untuk menyimpan bumbu dapur, sementara Mufid mau membuat Hihid katanya. Karena teman-teman Kungfunya mulai berdatangan, si calon hihid ditinggalkan sementara :)

Sampai di rumah rupanya Mufid masih penasaran ingin menyelesaikan proyeknya. Ia selesaikan hihidnya ditemani Ibu dengan sisa anyaman kotak bumbu.

Alhamdulillah, rampung juga, dan inilah hasil karya kami :)







Rabu, April 23, 2014

Cooking Time : Review

Salah satu kegiatan baru yang kami kerjakan bersama adalah Cooking Time. Jadwalnya tiap hari Senin Ba'da Dhuhur atau Bada Ashar. Dimulai pertengahan Maret 2014 lalu.

Jangan dikira yang kami buat adalah masakan dengan resep kompleks seperti yang orang lain buat :).  Saya selaku komandan dapur bukanlah orang yang senang memasak apalagi Bapanya anak-anak :D. Target kami untuk kegiatan yang satu ini adalah :

1. Menikmati momen kebersamaan dengan semua anggota keluarga,
2. Mengenalkan anak-anak pada PROSES berkegiatan di dapur
3. Melatih kesabaran menjalani proses
4. Mengasah empati pada orang-orang yang berkerja di lini produksi
5. Melatih keuletan, pantang menyerah
6. Mengenalkan aneka perangkat dapur, bahan-bahan masak memasak, bumbu dll
7. Masih banyak lagi manfaat yang harus dieksplor dari kegiatan ini. Pemahaman dan hikmah InsyaAlloh beriringan dengan kontinuitas praktek. Let's See, semoga bisa dawam.

Berikut ini review kegiatan Cooking Time yang sudah kami lakukan

 C I L O K 
(24 Maret 2014) 






Buat cilok, dapat resep dari internet, alhamdulillaah sukses :) Bentuknya bagus rasanya juga enak. Oh yaa sausnya pake bumbu pecel yang udah jadi. Semuanya terlibat proses dari awal sampai akhir kecuali beberes dan cuci piring, keburu pada tumbeng kekenyangan menikmati semangkok besar cilok.


***

B A S O
(31 Maret 2014)






Praktek pertama buat baso pake daging sapi. Bentuknya udah lumayan (bisa dibentuk). Anak-anak ngulenani dan membentuk. Setelah direbus dengan air mendidih. pas dicoba sama Aa Mufid ini komentarnya "Kok rasanya sama teksturnya beda ya Bu dengan yang suka dijual"

Hohoho...ternyata tepung sagu taninnya terlalu banyak, jadi terlalu kenyal dan ngadoni ngga pake air es/es batu. OK lain kali kita coba lagi yaa


***

P O P C O R N
(7 April 2014)





Ibu ngasi step-step buat popcorn. Aa Mufid yang mengeksekusi dari awal sampai akhir  Vira juga ikut pengen masukan biji jagung, namun ibu belum mengizinkan (Vira liat aja dulu). 

Karena terinspirasi dari acara Masterchef, Aa pengen nyoba ketika jagung mulai mekar dibuka tutup pancinya. Dan apa yang terjadi sodara...sodara...

beberapa jagung meloncat tinggi ke udara. Kagum campur panik takut ketembak, Mufid lari ke ruang tengah. Popcorn bagian bawah terlanjur gosong :(. 

Ahh, maklumlah Sanguinis. everything should be fun :D


***

B A S O
(14 April 2014)




Revisi dari bikin Baso part #1. 

Sekarang nyoba pake daging ayam. Sagu tanin dikurangi, ditambah sedikit tepung terigu. Komposisi daging ditambah (rekomendasi dari Mang Anton tukang baso yang suka nangkring depan rumah, hasil ngelmu Bapa)

Hasilnya lumayan lebih baik dari praktek sebelumnya. Cuma teksturnya masih terasa brindil brindil (kurang halus). Kenapa yaa? Belum ketemu tuh penyebabnya. 

Bapa menyarankan untuk terus nyoba sampai sukses. Waktunya diatur (ngga usah berturut-turut) menjaga agar anak-anak tak bosan. 

Keep trying.....


***

Selasa, April 22, 2014

Menyemai Benih "Bisa dan Biasa Membaca"

Budaya membaca di rumah kami harus diakui masih perlu dipupuk dan disiram. Rasanya dari semua anggota keluarga, baru Bapa yang minat bacanya sudah lumayan baik. Sementara Saya sendiri lebih suka mendengar ketimbang membaca, entah apa sebabnya :(

Namun bagaimanapun, kami berdua sepakat bahwa bisa dan biasa membaca merupakan dua hal penting yang perlu anak-anak kuasai.

Saya ingin sedikit memutar ingatan ketika si sulung belajar membaca. Sekitar tahun 2009-an ketika itu Mufid masuk TK A dimana salah satu subjek belajarnya adalah pengenalan membaca. Saya ngat waktu itu buku yang digunakan buku sederhana dengan cetakan hitam putih. Metode yang digunakan membaca dengan "suku kata yang bermakna". Ketika itu mulai termasuk yang lambat dibanding teman-temannya, begitu ujar guru kelasnya. Saya katakan pada guru tersebut "tak apa, jangan dipaksakan, nanti juga pasti ketemu timing yang pas"

Buku membaca yang dipakai berjumlah tiga jilid untuk sampai dikatakan lulus membaca. Satu tahun di TK A buku jilid 1pun belum selesai, saya sih kalem-kalem aja, cuma gurunya yang kebakaran jenggot :D.

Pindah ke kelas TK B berganti guru kelas. Ada satu metode yang ditambahkan yaitu metode Cantol Raudhoh. Anak-anak tak menyaksikan di layar komputer atau LCD, tapi sang guru yang langsung menyanyikan diingi petikan gitar dengan nada ceria.  Setiap pulang saya ingat Mufid selalu bawa oleh oleh "lagu membaca" yang terus bertambah. Mufid suka mengulang-ulang lagu lagu tersebut sampai-sampai meminta saya datang ke sekolah untuk merekam ketika mereka sedang bernyanyi bersama.

Ternyata tombol ONnya sudah ketemu. Lewat lagu mudah sekali Mufid menyerap. Jilid demi jilid buku membaca dilalui dengan lancar. Dalam hitungan kurang lebih tiga bulan tiga jilid sudah selesai. Ketika saya coba meminta ia membaca di buku buku sederhana Cerita Balita terbitan Mizan, ternyata lumayan lancar.

Beberapa buku rutin saya belikan untuk Mufid, sayang saat itu saya belum paham benar, bahwa membacakan buku pada anak bak air dan pupuk yang dapat menyuburkan minat baca anak. Saat itu saya berpikir apabila anak sudah menguasai keterampilan membaca secara otomatis ia akan terbiasa pula membaca, sementara saya sangat jarang sekali membacakan buku, atau dengan sengaja "show up" di depan anak ketika kami orangtuanya membaca.

Ya...ya...ya... itu kesalahan besar yang harus kami perbaiki. Tidak ada kata terlambat. Memulai dari awal membacakan buku untuk Mufid (meski di beberapa kesempatan anaknya menolak) saya akan coba terus. Menyediakan waktu dalam sehari mengingatkan/mendampingi dia membaca meski hanya bertahan beberapa menit. Tak apa. Konsistensi pasti membuahkan hasil. InsyaAlloh

***

Belajar dari "Pengalaman Membaca" si sulung diatas, saya mencoba membalik urutannya. Dulu untuk Mufid saya utamakan "bisa Membaca" lebih dulu, Nah, untuk Vira saya mulai dengan "Biasa Membaca" ter;ebih dahulu. Mulai empat bulan yang lalu (kurang lebih) Saya rutin membacakan buku untuknya satu buku pendek setiap sebelum tidur. Dan hasilnya sekarang 3 buku selalu ia pilih dan siapkan di tempat tidur menunggu waktu baca sebelum tidur.

Ketertarikannya terhadap buku perlahan mulai tertanam. Jika ada buku tergeletak di ruang tengah, ia buka, kadang minta dibacakan satu dua halaman yang menurutnya menarik. Dari momen tergeletaknya buku lalu dengan mudah Vira membuka lalu "membaca"nya, saya mendapat ide untuk menata ulang rak buku-buku anak sehingga lebih mudah terakses oleh anak. Hasilnya cukup signifikan. Vira lebih sering membuka buku, Mufidpun mulai ketularan, Alhamdulillaah

Namun, ada saja tantangan yang harus dilampaui. Beberapa hari ini saya punya beberapa pekerjaan membuat laporan keuangan yang harus segera selesai. Ba'da Isya yang biasa menjadi jatah Vira dibacakan buku lanjut baca surat pendek terus tidur, saya pakai untuk ngegeber pekerjaan.

Ada dua hari yang saya sangat sesali. Setelah Sholat Isya saya minta izin untuk mengerjakan pekerjaan saya. Vira tunggu di kasur sambil buka-buka buku. Setengah jam berlalu, Vira masih merajuk minta dibacakan, sayapun keukeuh didepan angka-angka itu. Satu jam berlalu. ketika saya lirik jam digital di tablet ternyata sudah jam 9 malam. Ketika saya balikkan badan, si cantik sudah tertidur pulas ditemani beberapa buku yang ingin saya bacakan untuknya. Kejadian ini berulang di malam berikutnya.

Huffffhhh....

Ada rasa dongkol di hati. Memarahi diri sendiri. Saya tanyakan pada diri sendiri "Bukankah kamu sudah membangun berbulan-bulan untuk kebiasaan baik itu? tapi kenapa kamu yang perlahan menghancurkannya sendiri?' Mengalahlah, tak lama hanya beberapa menit saja yang anakmu minta, setelah itu bisa kau lanjut pekerjaanmu"

Ahhh....

InsyaAlloh malam besok...dan besok dan besoknya lagi ibu akan belajar memperbaiki diri ya Vira sayang....

Rabu, April 16, 2014

Seru dan Menantang

Bulan Desember tahun 2013 lalu, Bapa dan Ibu menyengaja beres-beres tempat jemuran. Ternyata banyak lap yang dijemur di benteng tembok terbang dan jatuh ke genting tetangga. Khawatir menyumbat talang air tetangga bila hujan tiba, kami meminta kesediaan Mufid untuk memunguti beberapa lap yang terjatuh tersebut.

"Deg-degan, tegang tapi seruuuu juga" itu komentar Mufid. Mungkin karena terkesan, fotonya sempat jadi wallpaper di handphonenya juga sempat di upload di akun FBnya.

Ini beberapa fotonya  :)









Meski sederhana, ibu melihat kegiatan ini menjadi ajang "belajar" untuk Mufid. Melatih keberanian, kehati-hatian, empati pada tetangga juga membantu orangtua.


Jumat, April 11, 2014

IXL ; Sedikit Demi Sedikit, Lama-Lama Menjadi Bukit

Dua hari yang lalu Mufid sudah mencapai 45 % di Kelas 3. Setiap hari satu skill, di"dawamkan". Minggu ini Mufid sedang menggarap Sujek "Money". Karena mata uang yang digunakan adalah US $, pada awal sedikit kesulitan, namun dengan bantuan Bapa, skill-skill berikutnya dilalui relatif lancar.

Hal yang kadang membuat ia salah menjawab soal adalah penyakit "Kurang Teliti" dan "Menggampangkan Soal" jika sudah merasa bisa. Dua penyakit yang perlahan harus terus dikikis.

Ini sertifikat untuk 45% Third Gradenya Mufid. Alhamdulillaah...


Selasa, April 08, 2014

JADWAL BELAJAR AA MUFID AWAL APRIL - AKHIR JUNI 2014

Setelah dibuat dan diberlakukan jadwal belajar bulan September 2013 lalu, ada beberapa hal yang jadi bahan evaluasi.

1. Jadwal terlalu padat
2. Terlalu banyak subjek (pelajaran)
3, Fleksibilitas waktu yang kurang pas untuk Aa Mufid
4. Karena subjek yang terlalu banyak, Bapa dan Ibu kewalahan untuk membuat bahan ajar serta
5. Disiplin yang kurang dari Bapa dan Ibu selaku fasilitator

Untuk periode April - Juni 2014 dibuat jadwal dengan beberapa adaptasi

1. Waktu dibuat lebih fleksibel, dengan aturan di malam hari semua poin (jdwal) sudah dilaksanakan.
2. Pelajaran diperingkas
3. Tiap hari dibagi tiga bagian :
    - Daily Activity (Tilawah, IXL, RAZ dan Baca Buku)
    - Outdoor Activity (PAS, Renang, Pramuka dan Kungfu)
    - Tematik Agama, Tematik Bahasa, Tematik Sains, Tematik Sosial

Berikut Jadwal yang sudah mulai diberlakukan awal April kemarin



JADWAL HARIAN AA MUFID

AHAD
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUM AT
SABTU









TILAWAH
TILAWAH
TILAWAH
TILAWAH
TILAWAH
TILAWAH
TILAWAH


IXL
IXL
IXL

IXL



RAZ
RAZ
RAZ

RAZ


BACA
BACA
BACA
BACA

BACA
BACA








PAS


RENANG
PRAMUKA

TAHSIN





KUNGFU











TEMATIK (AGAMA)
COOKING TIME
TEMATIK (BAHASA)
TEMATIK(SAINS)

TEMATIK (SOSIAL)