Subscribe:

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Blog Archive

Sabtu, Mei 24, 2014

Sosialisasi dan Bully (1)

Sosialisasi adalah kebutuhan setiap individu agar jiwa raganya sehat termasuk anak-anak kita. Tak peduli ia bersekolah atau belajar di rumah. Sosialisasi berarti interaksi dengan individu atau suatu kelompok.

Memberikan ruang yang cukup untuk sosialisasi (sesuai kebutuhan mereka) adalah kewajiban kita sebagai orangtua.

Pada prakteknya saat bersosialisasi, akan sangat mungkin anak kita menghadapi bully dari pihak lain.

Tentulah kita harus membekali anak-anak kita dengan pengetahuan seputar bully-membully termasuk jurus-jurus mengcounter tindakan bully dari pihak lain.

(Bersambung)

Selasa, Mei 13, 2014

Audisi PILDACIL INDOSIAR di SALMAN ITB

SMS pemberitahuan seleksi datang seminggu sebelum audisi. Dengan 4 kali latihan bersama kakak PAS dan selebihnya latihan alakadarnya di rumah, akhirnya Mufid siap ikut audisi.

Akhirnya hari yang dinantipun tiba. Ahad, 4 Mei 2014 bertempat di salah satu ruangan Salman ITB audisi dimulai. Mufid ditemani Bi Fina dan Bi Nadya (adik-adik ibu), ibu tidak bisa mendampingi karena acara berbarengan dengan mentoring keluar Vira. Ibu menemani Vira ke Taman Lalu Lintas.

Ada ketegangan, keceriaan, gugup, excited, juga kelucuan-kelucuan ketika ibu putar kembali video rekaman proses audisi.

Ini beberapa fotonya :)



Senin, Mei 12, 2014

PAS ; Melukis Kaos

Ahad (11/05/2014) kegiatann PAS Vira yaitu melukis Kaos. Vira excited banget kata Bapa yang nganter ke PAS. Ibu ngga ikut karena sedang program istirahat dirumah supaya dede bayinya cepet sehat lagi.

Ini beberapa fotonya :



 Asyiknya makan jelly sama temen paling akrab namanya Fata


Duhhhh, senengnya punya temen akrab, sampai mainpun pegangan tangan :). Ini di Jonas Photo BIP, lagi nunggu antrian foto kelompok Abdul Malik. 



Setiap Ahad selalu seru, Malamnya pasti tidur pulas setelah seharian polll main di Salman. Alhamdulillaah.

Sabtu, Mei 10, 2014

IXL ; 4000 soal 40 jam

Akhir April kemarin pencapaian Mufid di IXL sudah 4000 soal yang dikerjakan selama 40 jam (Mulai kelas 3).

Minggu-minggu ini sedang menggarap perkalian dengan berbagai variasi soal. Rupanya baru terlihat kemampuan Mufid di dalam perkalian. Secara konsep Mufid paham bagaimana 64 itu dihasilkan dari 8 X 8. dan seterusnya. Hanya jika bicara soal kecepatan mengerjakan, rupanya masih harus terus banyak latihan.

Bapa dan ibu sampai saat ini tidak memberikan anjuran untuk MENGHAFAL perkalian. Kami biarkan saja mengalir sesuai perkembangan pemahamannya terhadap perkalian. Terkadang untuk mendapatkan hasil dari 4 x 7 saja masih harus "loading" dulu atau masih menggunakan bantuan jari :)

Oh, yaa satu lagi kelemahan Mufid adalah KURANG TELITI. Ketika mengalikan, kadang hasilnya meleset lebih atau kurang satu angka. Misal 7 x 8 = 55 katanya dengan pede :D. Karena dia tidak menghafal perkalian menainkan menjumlahkan 7 sebanyak 8 kali. karena kurang teliti atau terburu-buru, salah menjumlahkan.

Itu yang kadang mencuri point yang hampir sampai 100 hingga melorot kebawah lagi dan bikin bete. Ya itulah pembelajaran. Melatih ketelitian, sesabaran, gigih berjuang sampai finish, disamping memahami sebuah konsep matematika dan berkompromi dengan waktu.

Sertifikat dilampirkan menyisil InsyaAlloh karena printer scanner sedang pengen istirahat dulu. :)

Kamis, Mei 08, 2014

Sosialisasi ; sepakbola dengan tetangga

Minggu-minggu ini Mufid sedang enjoy dengan teman-temannya main sepakbola di Lebak. Lebak adalah pesawahan yang cukup luas di seberang jalan dan posisinya di "lembah".

Setiap abis Dhuhur atau abis Ashar teman-temannya ramai nyamper di depan rumah. Dengan semangat diambilnya bola plastik, langsung melesat ke luar dan pulang beberapa saat sebelum adzan Maghrib.

Cerita yang dibawa pulang selalu seru. Kadang senang dengan cerita baru, main bola diguyur hujan di kubangan sawah, atau berpetualsng di rumah kosong. Adà juga cerita gesekan dengan teman-temannya yang membuatnya manyun. Saya anggap semua cerita itu dinamika sosialisasinya untuk mematangkan emosi dan pengalaman interaksi sosialnya.

Satu hal positif yang membuat kami bahagia, di tengah keseruannya bermain dengan teman-temannya, Mufid tetap berusaha menjaga sholatnya. Setiap adzan kadang sufah stand by di masjid, sempat juga tergopoh gopoh saat iqomat hampir selesai. Itu hasil pantauan Bapak. Pernah juga terdengar ajakannya pada teman temannya break dulu untuk sholat di sela asyiknya bermain, semua temannya menolaknya. Ia tetap melenggang ke mushola untuk sholat. Alhamdulillaaah

Happy homeschooling :)

Senin, April 28, 2014

Vira Ngamen


Video ini direkam bulan Aguatus tahun 2013. Betapa cepatnya anak tumbuh. Sekarang udah pinter nyanyi lagu-lagu PAS. Semoga bisa menyempatkan merekam "konser" lagu-lagu di PAS dan menuploadnya. InsyaAlloh.

Minggu, April 27, 2014

Hihid dan Kotak Bumbu

Salah satu oleh-oleh yang didapat dari kegiatan Pramuka Homeschooler Bandung dua pekan lalu adalah bambu-bambu yang telah dibelah tipis-tipis untuk anyaman. Bambu yang masih tersisa banyak dihadiahkan oleh teh Maya.

Sore hari sambil menanti jadwal latihan Kungfu, Ibu membuat kotak untuk menyimpan bumbu dapur, sementara Mufid mau membuat Hihid katanya. Karena teman-teman Kungfunya mulai berdatangan, si calon hihid ditinggalkan sementara :)

Sampai di rumah rupanya Mufid masih penasaran ingin menyelesaikan proyeknya. Ia selesaikan hihidnya ditemani Ibu dengan sisa anyaman kotak bumbu.

Alhamdulillah, rampung juga, dan inilah hasil karya kami :)







Rabu, April 23, 2014

Cooking Time : Review

Salah satu kegiatan baru yang kami kerjakan bersama adalah Cooking Time. Jadwalnya tiap hari Senin Ba'da Dhuhur atau Bada Ashar. Dimulai pertengahan Maret 2014 lalu.

Jangan dikira yang kami buat adalah masakan dengan resep kompleks seperti yang orang lain buat :).  Saya selaku komandan dapur bukanlah orang yang senang memasak apalagi Bapanya anak-anak :D. Target kami untuk kegiatan yang satu ini adalah :

1. Menikmati momen kebersamaan dengan semua anggota keluarga,
2. Mengenalkan anak-anak pada PROSES berkegiatan di dapur
3. Melatih kesabaran menjalani proses
4. Mengasah empati pada orang-orang yang berkerja di lini produksi
5. Melatih keuletan, pantang menyerah
6. Mengenalkan aneka perangkat dapur, bahan-bahan masak memasak, bumbu dll
7. Masih banyak lagi manfaat yang harus dieksplor dari kegiatan ini. Pemahaman dan hikmah InsyaAlloh beriringan dengan kontinuitas praktek. Let's See, semoga bisa dawam.

Berikut ini review kegiatan Cooking Time yang sudah kami lakukan

 C I L O K 
(24 Maret 2014) 






Buat cilok, dapat resep dari internet, alhamdulillaah sukses :) Bentuknya bagus rasanya juga enak. Oh yaa sausnya pake bumbu pecel yang udah jadi. Semuanya terlibat proses dari awal sampai akhir kecuali beberes dan cuci piring, keburu pada tumbeng kekenyangan menikmati semangkok besar cilok.


***

B A S O
(31 Maret 2014)






Praktek pertama buat baso pake daging sapi. Bentuknya udah lumayan (bisa dibentuk). Anak-anak ngulenani dan membentuk. Setelah direbus dengan air mendidih. pas dicoba sama Aa Mufid ini komentarnya "Kok rasanya sama teksturnya beda ya Bu dengan yang suka dijual"

Hohoho...ternyata tepung sagu taninnya terlalu banyak, jadi terlalu kenyal dan ngadoni ngga pake air es/es batu. OK lain kali kita coba lagi yaa


***

P O P C O R N
(7 April 2014)





Ibu ngasi step-step buat popcorn. Aa Mufid yang mengeksekusi dari awal sampai akhir  Vira juga ikut pengen masukan biji jagung, namun ibu belum mengizinkan (Vira liat aja dulu). 

Karena terinspirasi dari acara Masterchef, Aa pengen nyoba ketika jagung mulai mekar dibuka tutup pancinya. Dan apa yang terjadi sodara...sodara...

beberapa jagung meloncat tinggi ke udara. Kagum campur panik takut ketembak, Mufid lari ke ruang tengah. Popcorn bagian bawah terlanjur gosong :(. 

Ahh, maklumlah Sanguinis. everything should be fun :D


***

B A S O
(14 April 2014)




Revisi dari bikin Baso part #1. 

Sekarang nyoba pake daging ayam. Sagu tanin dikurangi, ditambah sedikit tepung terigu. Komposisi daging ditambah (rekomendasi dari Mang Anton tukang baso yang suka nangkring depan rumah, hasil ngelmu Bapa)

Hasilnya lumayan lebih baik dari praktek sebelumnya. Cuma teksturnya masih terasa brindil brindil (kurang halus). Kenapa yaa? Belum ketemu tuh penyebabnya. 

Bapa menyarankan untuk terus nyoba sampai sukses. Waktunya diatur (ngga usah berturut-turut) menjaga agar anak-anak tak bosan. 

Keep trying.....


***

Selasa, April 22, 2014

Menyemai Benih "Bisa dan Biasa Membaca"

Budaya membaca di rumah kami harus diakui masih perlu dipupuk dan disiram. Rasanya dari semua anggota keluarga, baru Bapa yang minat bacanya sudah lumayan baik. Sementara Saya sendiri lebih suka mendengar ketimbang membaca, entah apa sebabnya :(

Namun bagaimanapun, kami berdua sepakat bahwa bisa dan biasa membaca merupakan dua hal penting yang perlu anak-anak kuasai.

Saya ingin sedikit memutar ingatan ketika si sulung belajar membaca. Sekitar tahun 2009-an ketika itu Mufid masuk TK A dimana salah satu subjek belajarnya adalah pengenalan membaca. Saya ngat waktu itu buku yang digunakan buku sederhana dengan cetakan hitam putih. Metode yang digunakan membaca dengan "suku kata yang bermakna". Ketika itu mulai termasuk yang lambat dibanding teman-temannya, begitu ujar guru kelasnya. Saya katakan pada guru tersebut "tak apa, jangan dipaksakan, nanti juga pasti ketemu timing yang pas"

Buku membaca yang dipakai berjumlah tiga jilid untuk sampai dikatakan lulus membaca. Satu tahun di TK A buku jilid 1pun belum selesai, saya sih kalem-kalem aja, cuma gurunya yang kebakaran jenggot :D.

Pindah ke kelas TK B berganti guru kelas. Ada satu metode yang ditambahkan yaitu metode Cantol Raudhoh. Anak-anak tak menyaksikan di layar komputer atau LCD, tapi sang guru yang langsung menyanyikan diingi petikan gitar dengan nada ceria.  Setiap pulang saya ingat Mufid selalu bawa oleh oleh "lagu membaca" yang terus bertambah. Mufid suka mengulang-ulang lagu lagu tersebut sampai-sampai meminta saya datang ke sekolah untuk merekam ketika mereka sedang bernyanyi bersama.

Ternyata tombol ONnya sudah ketemu. Lewat lagu mudah sekali Mufid menyerap. Jilid demi jilid buku membaca dilalui dengan lancar. Dalam hitungan kurang lebih tiga bulan tiga jilid sudah selesai. Ketika saya coba meminta ia membaca di buku buku sederhana Cerita Balita terbitan Mizan, ternyata lumayan lancar.

Beberapa buku rutin saya belikan untuk Mufid, sayang saat itu saya belum paham benar, bahwa membacakan buku pada anak bak air dan pupuk yang dapat menyuburkan minat baca anak. Saat itu saya berpikir apabila anak sudah menguasai keterampilan membaca secara otomatis ia akan terbiasa pula membaca, sementara saya sangat jarang sekali membacakan buku, atau dengan sengaja "show up" di depan anak ketika kami orangtuanya membaca.

Ya...ya...ya... itu kesalahan besar yang harus kami perbaiki. Tidak ada kata terlambat. Memulai dari awal membacakan buku untuk Mufid (meski di beberapa kesempatan anaknya menolak) saya akan coba terus. Menyediakan waktu dalam sehari mengingatkan/mendampingi dia membaca meski hanya bertahan beberapa menit. Tak apa. Konsistensi pasti membuahkan hasil. InsyaAlloh

***

Belajar dari "Pengalaman Membaca" si sulung diatas, saya mencoba membalik urutannya. Dulu untuk Mufid saya utamakan "bisa Membaca" lebih dulu, Nah, untuk Vira saya mulai dengan "Biasa Membaca" ter;ebih dahulu. Mulai empat bulan yang lalu (kurang lebih) Saya rutin membacakan buku untuknya satu buku pendek setiap sebelum tidur. Dan hasilnya sekarang 3 buku selalu ia pilih dan siapkan di tempat tidur menunggu waktu baca sebelum tidur.

Ketertarikannya terhadap buku perlahan mulai tertanam. Jika ada buku tergeletak di ruang tengah, ia buka, kadang minta dibacakan satu dua halaman yang menurutnya menarik. Dari momen tergeletaknya buku lalu dengan mudah Vira membuka lalu "membaca"nya, saya mendapat ide untuk menata ulang rak buku-buku anak sehingga lebih mudah terakses oleh anak. Hasilnya cukup signifikan. Vira lebih sering membuka buku, Mufidpun mulai ketularan, Alhamdulillaah

Namun, ada saja tantangan yang harus dilampaui. Beberapa hari ini saya punya beberapa pekerjaan membuat laporan keuangan yang harus segera selesai. Ba'da Isya yang biasa menjadi jatah Vira dibacakan buku lanjut baca surat pendek terus tidur, saya pakai untuk ngegeber pekerjaan.

Ada dua hari yang saya sangat sesali. Setelah Sholat Isya saya minta izin untuk mengerjakan pekerjaan saya. Vira tunggu di kasur sambil buka-buka buku. Setengah jam berlalu, Vira masih merajuk minta dibacakan, sayapun keukeuh didepan angka-angka itu. Satu jam berlalu. ketika saya lirik jam digital di tablet ternyata sudah jam 9 malam. Ketika saya balikkan badan, si cantik sudah tertidur pulas ditemani beberapa buku yang ingin saya bacakan untuknya. Kejadian ini berulang di malam berikutnya.

Huffffhhh....

Ada rasa dongkol di hati. Memarahi diri sendiri. Saya tanyakan pada diri sendiri "Bukankah kamu sudah membangun berbulan-bulan untuk kebiasaan baik itu? tapi kenapa kamu yang perlahan menghancurkannya sendiri?' Mengalahlah, tak lama hanya beberapa menit saja yang anakmu minta, setelah itu bisa kau lanjut pekerjaanmu"

Ahhh....

InsyaAlloh malam besok...dan besok dan besoknya lagi ibu akan belajar memperbaiki diri ya Vira sayang....