Sudah sekitar 1 bunan-an Mufid mulai rutin (tepatnya dirutinkan) lagi menggarap IXL. Setelah berbulan-bulan tak disentuh karena berbagai kendala, entah koneksi internet yang lemot, PC yang sempat off dan harus diinstall ulang, sampai alasan aneh yang kurang masuk akal yaitu lupa password atau username. By the way, Alhamdulillaah semuanya terlampaui dan kita sedang melangkah lagi :)
Menengok News Flashes dari Report IXL ternyata hampir setahun ini Mufid (baru) mencapai 40 % (23 Maret 2014) di Third Grade. Beberapa hari ini Mufid sering minta didampingi Bapa untuk mengerjakan soal-soal yang menurutnya "susah".
Ini adalah sertifikat terkini yang didapat Mufid
Sabtu, Maret 29, 2014
IXL ; Mulai Kontinyu Lagi
Rabu, Maret 26, 2014
Sosialisasi Yang Sehat ; Sebuah PR Besar
Beberapa minggu ini ibu sedang dilanda galau memikirkan perkembangan sosialisasi anak-anak terutama Aa Mufid. Bukan karena dia tak pandai bersosialisasi, justru karena keinginan besarnya untuk berteman, terkadang terlalu rapat itu justru berpeluang "getreng" lebih besar.
Peer Bapa dan Ibu adalah membimbing Aa Mufid bersosialisasi dengan sehat. Harus banyak ikhtiar cari ilmu dan sungguh sungguh merapat pada Alloh mohon perlindungan dan bimbingan mendidik anak dengan baik dan benar. Ternyata mulai terasa beratnya memangku amanah mendidik anak-anak.
Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billah...
Peer Bapa dan Ibu adalah membimbing Aa Mufid bersosialisasi dengan sehat. Harus banyak ikhtiar cari ilmu dan sungguh sungguh merapat pada Alloh mohon perlindungan dan bimbingan mendidik anak dengan baik dan benar. Ternyata mulai terasa beratnya memangku amanah mendidik anak-anak.
Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billah...
Selasa, Maret 25, 2014
Berteman Ala Vira
Di usia ke-4 Vira mulai menunjukkan keinginannya untuk berteman, mulai mau berkomunikasi dengan teman sebayanya, mengajak bermain atau bercerita walau masih terlihat sedikit malu-malu. Ada beberapa teman-teman sebaya yang cukup intens pertemuannya (seminggu sekali). Dengan Fia sepupunya, dengan Teh Ira dan Naura (Putrinya Ibu Insania di Pramuka Homeschooler Bandung dan beberapa teman di kelompok mentoring PAS semester 60.
Berikut beberapa momen yang sempat terdokumentasikan
Berikut beberapa momen yang sempat terdokumentasikan
Senin, Maret 24, 2014
Seragam PAS Semester 60
Seragam PAS Semester ini menurut ibu lebih ceria dibanding semester sebelumnya. Warna dasar merah cabai dengan kombinasi merah hati di lengan. Oh ya ada yang lucunya, ada saku di lengan kanan bagian atas
Seragam Aa Mufid dibagikan minggu ke 3 sementara Vira minggu ke4 hanya karena izin tidak ikut mentoring minggu ke 4, jadi Vira dapet seragam baru di minggu ke 5
Seragam Aa Mufid dibagikan minggu ke 3 sementara Vira minggu ke4 hanya karena izin tidak ikut mentoring minggu ke 4, jadi Vira dapet seragam baru di minggu ke 5
Minggu, Maret 23, 2014
Page FB Amany Aulady Homeschooling
Setelah mencoba beberapa cara untuk mendokmentasikan kegiatan harian anak-anak, ternyata satu yang relatif lebih bertahan yaitu dengan menuliskannya di Page Facebook.
Setelah dipikir kenapa kok bisa bertahan ya? Hmmm rupanya karena saya masih terjangkit candu facebook dan belum sembuh total untuk tidak mengunjunginya. Walhasil akses untuk menulis di pagepun lebih mudah.
Baru saja saya buka-buka kembali tulisan-tulisan disana. tak terasa sejak medio Juli 2013 saya awali, berarti sudah sekitar 7 bulan-an. Lumayan, mulai terasa manfaatnya. Jika dilihat kegiatan menceritakan apa-apa yang anak-anak kerjakan seharian itu (dan hanya dilihat pada hari itu) seperti hal yang tak banyak gunanya dan cenderung narsis, namun 7 bulan berlalu, catatan itu menjelma menjadi rangkaian aktifitas anak-anak yang seru untuk disimak serta menjadi bahan evaluasi yang cukup detail disamping dokumentasi foto dan video yang sempat diabadikan.
Terlihat kegiatan mana yang berulang, mana yang benyak manfaat, mana yang perlu dikurangi juga terbaca tumbuh kembang anak-anak dalam beberapa hal. Oh yaa, hal-hal lucu, celotehan dan moment istimewa pun jadi teringat kembali.
Setelah dipikir kenapa kok bisa bertahan ya? Hmmm rupanya karena saya masih terjangkit candu facebook dan belum sembuh total untuk tidak mengunjunginya. Walhasil akses untuk menulis di pagepun lebih mudah.
Baru saja saya buka-buka kembali tulisan-tulisan disana. tak terasa sejak medio Juli 2013 saya awali, berarti sudah sekitar 7 bulan-an. Lumayan, mulai terasa manfaatnya. Jika dilihat kegiatan menceritakan apa-apa yang anak-anak kerjakan seharian itu (dan hanya dilihat pada hari itu) seperti hal yang tak banyak gunanya dan cenderung narsis, namun 7 bulan berlalu, catatan itu menjelma menjadi rangkaian aktifitas anak-anak yang seru untuk disimak serta menjadi bahan evaluasi yang cukup detail disamping dokumentasi foto dan video yang sempat diabadikan.
Terlihat kegiatan mana yang berulang, mana yang benyak manfaat, mana yang perlu dikurangi juga terbaca tumbuh kembang anak-anak dalam beberapa hal. Oh yaa, hal-hal lucu, celotehan dan moment istimewa pun jadi teringat kembali.
Rabu, Maret 19, 2014
Sekedar dokumentasi. 16 Maret 2014, Bi Dini (adik ibu) menikah dengan om Ivan. Ada beberapa pelajaran dari peristiwa bahagia ini. Ingin cerita banyak, tapi mungkin menyusul beberapa waktu ke depan. Mata sudah tak mengizinkan :D
Cooking Time (Review)
Plate Decorating Ala Mufid dan Vira (17 Juli 2013)
Vira ikut ngaduk adonan Bala-Bala (1 September 2013)
Buat martabak telor (11 September 2013)
Karoket Buatan Aa Mufid (30 Juli 2013)
Buat sirup lalu dimasukkan ke botol (30 Juli 2013)
Kamis, Februari 27, 2014
Masih Tentang Renang
Abis posting tentang renang sebelumnya, iseng liat-liat dokumentasi beberapa bulan kebelakang. Eh nemu yang ini.
Byuuuuurr Kecipak-Kecipuk #2
Alhamdulillah, setelah direnungi banyak juga yang sudah kami peroleh selama setahun ini. Skill renang bertambah, ketahanan fisik dan psikis menghadapi tantangan cuaca, kebersamaan yang hangat, rekreasi murah meriah karena sepanjang perjalanan disuguhi view pegunungan serta deretan kebun sayuran yang menyejukkan mata.
***
Kali ini ibu ingin cerita tentang perkembangan skill renang kami semua sampai hari ini.
Bapa : Tujuan utamanya adalah untuk menormalkan gerak kaki-tangan sebelah kiri (pasca stroke) dengan kaki-tangan sebelah kanan. Gerakan meluncur dengan sesekali gaya dada untuk tangan lumayan memberikan efek positif. Sampai hari ini kepakan kaki kiri hampir sama dengan kanan begitu pula tangan. Tak bisa dipaksakan dari tepi ke tepi seberang karena bisa kram si kaki atau paha kiri. Dilakukan enjoy sekuatnya tanpa target yang penting treatment kontinyu.
Alhamdulillaah salah satu manfaat yang dirasa adalah stamina menjalani aktifitas harian lebih stabil, sudah bisa bawa motor setengah harian seminggu dua-tiga kali.
Ibu : sebelum hamil ibu punya terget 10 kali bolak balik (panjang kolam kurleb 10 m) dengan bergantian tiga gaya kecuali gaya punggung yang belum bisa stabil (sempet bisa cuma lama ngga dipake jadi harus berlatih lagi deh). Setelah hamil masih tetap berenang dengan fokus pengaturan pernafasan dan target diturunkan jadi 5-6 kali bolak balik. fleksibel tergantung kondisi stamina. Alhamdulillaah setelah renang badan lebih fit walau sempat agak sedikit lelah, biasanya dibalas dengan istirahat yang cukup.
Setelah lancar di level 2, lanjut level 3 (tingginya setelinga Mufid) jadi jika berdiri tanpa jinjit mulut dan hidung terendam. Sempat nyalinya ciut karena takut tenggelam katanya. Triknya adalah setiap jalan didampingi oleh Bapa atau Ibu. Awalnya memang sempat beberapa kali hidungnya kemasukan air karena panik dan belum bisa atur nafas. Perlahan kami terus support dia, meyakinkan dia bahwa dia bisa jika dia mau bertahan terus mencoba. Dua-tiga bulan masa adaptasi di level 3.
Satu bulan terakhir di level 3 ini sudah bisa meluncur sejauh 5 m lanjut 5 meter berikutnya. Ibu lihat kepanikan sudah jauh berkurang, atur nafas mulai teratur dan mulai enjoy.
Oh ya, karena penasaran melihat Bapa dan Ibu "beroperasi" di level 4 dan 5 (150 cm lebih), dua minggu terakhir Mufid uji nyali di level 4 dan ternyata dia bisa tanpa berhenti sampai pembatas tengah kolam (berarti 5 m).
Bukan sanginis kalau tidak pandai membuat keseruan-keseruan. Biasanya setelah "berlatih" serius, Mufid lanjut main sama Vira, Entah itu main ciprat, gelinding ban di air atau bersantai diatas ban dengan kacamata renang plus tumpang kaki. Begitulah cara si sanguinins menikmati proses.
Vira : putri Bapa dan Ibu yang satu ini memang masih dalam tahap pengenalan. Mulai dari memasukkan kaki sampai lutut ke dalam air, masuk kolam, pakai ban dipeluk ibu, sempat mogok ngga mau masuk kolam juga.
Dua bulanan ke belakang mulai mau masuk kolam lagi, pakai ban, dipeluk ibu gerak gerak kaki sambil didorong ibu berkeliling di level 1 sampai level 3. Kadang balapan sama Bapa atau Aa mufid. Dua minggi terakhir Vira belajar menyelam. Menyelam versi Vira adalah melepas ban dan memasukkan sebagian kepala bagian muka ke dalam air beberapa detik kemudian menariknya kembali sambil berteriak girang "Vila bisa menyelaaaam". Kemajuan besar buat Vira :)
***
Atas semua perkembangan, kebahagiaan dan kebersamaan ini Ibu mengucap syukur sepenuh hati, semoga hal sedehana ini dibukukan Alloh sebagai ibadah menjaga amanah tubuh. Aamiin
Label:
Evaluasi HS,
Mufid,
Navira,
Olahraga,
Renang
Selasa, Februari 25, 2014
Persiapan "belajar" Membaca untuk Vira
Mulai 17/02/2014 kemarin Ibu mulai fokus membuka jalan belajar membaca untuk Vira, Salah satu pertimbangannnya adalah karena hampir setiap kali dibacakan buku atau "membaca sendiri"
Vira sering menanyakan tulisan yang ada di buku tersebut. Ibu melihat ini sebagai salah satu sinyal bahwa ia mulai tertarik dengan bacaan/teks dalam buku.
Selama dua minggu ini ibu mengenalkan huruf vokal dan bunyinya dengan media flashcard dikombinasi dengan tebak-tebakan huruf, biasanya dilakukan sebelum tidur atau terkadang di waktu tak tentu saat Vira minta tebak-tebakan. Target ibu dalam sehari ada waktu untuk memberikan stimulasi baik kognitif atau afektif untuk kegiatan membaca
Di waktu lain, jika bosan dengan flashcard, ibu mengajak Vira bermain "Cari huruf" di benda apapun yang ada di rumah, di buku yang ibu baca, di tablet, baju sampai di boneka beruang kecil temannya tidur.
Sebenarnya ibu masih belum ajeg memilih satu metode untuk mengajarkan membaca kepada Vira. Pertimbangan ibu mengenalkan huruf vokal terlebih dahulu adalah karena kelima huruf itu pasti sering dijumpai. Menanamkan citra di memorinya bahwa misalnya yang berbentuk bulat itu berbunyi "o". Mengenal perbedaan bunyi-bunyi itulah yang penting (menurut saya).
Sambil berjalan, ibu juga harus lebih rajin menggali ilmu mengenai dunia baca membaca ini. Salah satu yang menarik adalah yang saya temukan di tulisan ini.
Tanda-tanda kesiapan membaca:
1. Apakah anak sudah dapat memahami bahasa lisan?
2. Apakah anak sudah dapat mengujarkan kata-kata dengan jelas?
3. Apakah anak sudah dapat mengingat kata-kata?
4. Apakah anak sudah dapat mengujarkan bunyi huruf?
5. Apakah anak sudah menunjukkan minat membaca?
6. Apakah anak sudah dapat membedakan bunyi dengan baik?
Jika melihat keenam poin diatas, sepertinya poin 4 dan 6 saja yang masih memerlukan banyak latihan sehubungan dengan lidahnya yang masih "cadel". :)
Mimpi ibu adalah Vira bisa dan biasa membaca sebagai gaya hidupnya menguak perbendaharaan ilmu Alloh di dunia agar mudah mendekat padaNya. Aamiin
Vira sering menanyakan tulisan yang ada di buku tersebut. Ibu melihat ini sebagai salah satu sinyal bahwa ia mulai tertarik dengan bacaan/teks dalam buku.
Selama dua minggu ini ibu mengenalkan huruf vokal dan bunyinya dengan media flashcard dikombinasi dengan tebak-tebakan huruf, biasanya dilakukan sebelum tidur atau terkadang di waktu tak tentu saat Vira minta tebak-tebakan. Target ibu dalam sehari ada waktu untuk memberikan stimulasi baik kognitif atau afektif untuk kegiatan membaca
Di waktu lain, jika bosan dengan flashcard, ibu mengajak Vira bermain "Cari huruf" di benda apapun yang ada di rumah, di buku yang ibu baca, di tablet, baju sampai di boneka beruang kecil temannya tidur.
Sebenarnya ibu masih belum ajeg memilih satu metode untuk mengajarkan membaca kepada Vira. Pertimbangan ibu mengenalkan huruf vokal terlebih dahulu adalah karena kelima huruf itu pasti sering dijumpai. Menanamkan citra di memorinya bahwa misalnya yang berbentuk bulat itu berbunyi "o". Mengenal perbedaan bunyi-bunyi itulah yang penting (menurut saya).
Sambil berjalan, ibu juga harus lebih rajin menggali ilmu mengenai dunia baca membaca ini. Salah satu yang menarik adalah yang saya temukan di tulisan ini.
Tanda-tanda kesiapan membaca:
1. Apakah anak sudah dapat memahami bahasa lisan?
2. Apakah anak sudah dapat mengujarkan kata-kata dengan jelas?
3. Apakah anak sudah dapat mengingat kata-kata?
4. Apakah anak sudah dapat mengujarkan bunyi huruf?
5. Apakah anak sudah menunjukkan minat membaca?
6. Apakah anak sudah dapat membedakan bunyi dengan baik?
Jika melihat keenam poin diatas, sepertinya poin 4 dan 6 saja yang masih memerlukan banyak latihan sehubungan dengan lidahnya yang masih "cadel". :)
Mimpi ibu adalah Vira bisa dan biasa membaca sebagai gaya hidupnya menguak perbendaharaan ilmu Alloh di dunia agar mudah mendekat padaNya. Aamiin
Langganan:
Postingan (Atom)



.jpg)






