Kamis, Februari 27, 2014
Masih Tentang Renang
Byuuuuurr Kecipak-Kecipuk #2
Alhamdulillah, setelah direnungi banyak juga yang sudah kami peroleh selama setahun ini. Skill renang bertambah, ketahanan fisik dan psikis menghadapi tantangan cuaca, kebersamaan yang hangat, rekreasi murah meriah karena sepanjang perjalanan disuguhi view pegunungan serta deretan kebun sayuran yang menyejukkan mata.
Kali ini ibu ingin cerita tentang perkembangan skill renang kami semua sampai hari ini.
Bapa : Tujuan utamanya adalah untuk menormalkan gerak kaki-tangan sebelah kiri (pasca stroke) dengan kaki-tangan sebelah kanan. Gerakan meluncur dengan sesekali gaya dada untuk tangan lumayan memberikan efek positif. Sampai hari ini kepakan kaki kiri hampir sama dengan kanan begitu pula tangan. Tak bisa dipaksakan dari tepi ke tepi seberang karena bisa kram si kaki atau paha kiri. Dilakukan enjoy sekuatnya tanpa target yang penting treatment kontinyu.
Alhamdulillaah salah satu manfaat yang dirasa adalah stamina menjalani aktifitas harian lebih stabil, sudah bisa bawa motor setengah harian seminggu dua-tiga kali.
Ibu : sebelum hamil ibu punya terget 10 kali bolak balik (panjang kolam kurleb 10 m) dengan bergantian tiga gaya kecuali gaya punggung yang belum bisa stabil (sempet bisa cuma lama ngga dipake jadi harus berlatih lagi deh). Setelah hamil masih tetap berenang dengan fokus pengaturan pernafasan dan target diturunkan jadi 5-6 kali bolak balik. fleksibel tergantung kondisi stamina. Alhamdulillaah setelah renang badan lebih fit walau sempat agak sedikit lelah, biasanya dibalas dengan istirahat yang cukup.
Setelah lancar di level 2, lanjut level 3 (tingginya setelinga Mufid) jadi jika berdiri tanpa jinjit mulut dan hidung terendam. Sempat nyalinya ciut karena takut tenggelam katanya. Triknya adalah setiap jalan didampingi oleh Bapa atau Ibu. Awalnya memang sempat beberapa kali hidungnya kemasukan air karena panik dan belum bisa atur nafas. Perlahan kami terus support dia, meyakinkan dia bahwa dia bisa jika dia mau bertahan terus mencoba. Dua-tiga bulan masa adaptasi di level 3.
Satu bulan terakhir di level 3 ini sudah bisa meluncur sejauh 5 m lanjut 5 meter berikutnya. Ibu lihat kepanikan sudah jauh berkurang, atur nafas mulai teratur dan mulai enjoy.
Oh ya, karena penasaran melihat Bapa dan Ibu "beroperasi" di level 4 dan 5 (150 cm lebih), dua minggu terakhir Mufid uji nyali di level 4 dan ternyata dia bisa tanpa berhenti sampai pembatas tengah kolam (berarti 5 m).
Bukan sanginis kalau tidak pandai membuat keseruan-keseruan. Biasanya setelah "berlatih" serius, Mufid lanjut main sama Vira, Entah itu main ciprat, gelinding ban di air atau bersantai diatas ban dengan kacamata renang plus tumpang kaki. Begitulah cara si sanguinins menikmati proses.
Vira : putri Bapa dan Ibu yang satu ini memang masih dalam tahap pengenalan. Mulai dari memasukkan kaki sampai lutut ke dalam air, masuk kolam, pakai ban dipeluk ibu, sempat mogok ngga mau masuk kolam juga.
Dua bulanan ke belakang mulai mau masuk kolam lagi, pakai ban, dipeluk ibu gerak gerak kaki sambil didorong ibu berkeliling di level 1 sampai level 3. Kadang balapan sama Bapa atau Aa mufid. Dua minggi terakhir Vira belajar menyelam. Menyelam versi Vira adalah melepas ban dan memasukkan sebagian kepala bagian muka ke dalam air beberapa detik kemudian menariknya kembali sambil berteriak girang "Vila bisa menyelaaaam". Kemajuan besar buat Vira :)
Atas semua perkembangan, kebahagiaan dan kebersamaan ini Ibu mengucap syukur sepenuh hati, semoga hal sedehana ini dibukukan Alloh sebagai ibadah menjaga amanah tubuh. Aamiin
Selasa, Februari 25, 2014
Persiapan "belajar" Membaca untuk Vira
Vira sering menanyakan tulisan yang ada di buku tersebut. Ibu melihat ini sebagai salah satu sinyal bahwa ia mulai tertarik dengan bacaan/teks dalam buku.
Selama dua minggu ini ibu mengenalkan huruf vokal dan bunyinya dengan media flashcard dikombinasi dengan tebak-tebakan huruf, biasanya dilakukan sebelum tidur atau terkadang di waktu tak tentu saat Vira minta tebak-tebakan. Target ibu dalam sehari ada waktu untuk memberikan stimulasi baik kognitif atau afektif untuk kegiatan membaca
Di waktu lain, jika bosan dengan flashcard, ibu mengajak Vira bermain "Cari huruf" di benda apapun yang ada di rumah, di buku yang ibu baca, di tablet, baju sampai di boneka beruang kecil temannya tidur.
Sebenarnya ibu masih belum ajeg memilih satu metode untuk mengajarkan membaca kepada Vira. Pertimbangan ibu mengenalkan huruf vokal terlebih dahulu adalah karena kelima huruf itu pasti sering dijumpai. Menanamkan citra di memorinya bahwa misalnya yang berbentuk bulat itu berbunyi "o". Mengenal perbedaan bunyi-bunyi itulah yang penting (menurut saya).
Sambil berjalan, ibu juga harus lebih rajin menggali ilmu mengenai dunia baca membaca ini. Salah satu yang menarik adalah yang saya temukan di tulisan ini.
Tanda-tanda kesiapan membaca:
1. Apakah anak sudah dapat memahami bahasa lisan?
2. Apakah anak sudah dapat mengujarkan kata-kata dengan jelas?
3. Apakah anak sudah dapat mengingat kata-kata?
4. Apakah anak sudah dapat mengujarkan bunyi huruf?
5. Apakah anak sudah menunjukkan minat membaca?
6. Apakah anak sudah dapat membedakan bunyi dengan baik?
Jika melihat keenam poin diatas, sepertinya poin 4 dan 6 saja yang masih memerlukan banyak latihan sehubungan dengan lidahnya yang masih "cadel". :)
Mimpi ibu adalah Vira bisa dan biasa membaca sebagai gaya hidupnya menguak perbendaharaan ilmu Alloh di dunia agar mudah mendekat padaNya. Aamiin
Rabu, Februari 19, 2014
Byuuuuurr, Kecipak-Kecipuk #1
Mengapa kami pilih berenang menjadi olahraga keluarga?
Bapa : recovery pasca stroke Bapa masih terus berjalan, Menurut beberapa referensi, renang bagus untuk terapi, karena renang adalah salah satu olahraga cardiovascular, hampir seluruh anggota tubuh terstimulus untuk bergerak termasuk jantung.
Ibu : renang adalah salah satu olahraga favorit selain jogging dari jaman belum menikah. Ada kesempatan untuk meneruskan hobi, yaa tentu saja disambut dengan sukaria :)
Aa Mufid : setelah off dari Sekolah Sepak Bola Ganesha, ia hampir tak pernah olahraga. Sementara untuk anak laki-laki umur 8-9 tahun olahraga sangat bagus untuk pertumbuhan fisik dan kesehatan psikisnya. Aa Mufid belum pernah belajar renang, tahunya baru main air saja :). Aa Mufid sepakat untuk belajar renang pada Ibu dan Bapa.
Vira : si cantik ini punya penyakit takut air dan perutnya mudah kembung. Mengenalkan air dalam jumlah yang banyak di kolam semoga menjadikannya lebih friendly dengan air. Dengan berendam dan menggerakkan kaki di air kembungnya perlahan berkurang.
Mengapa di Sakinah?
Sebenarnya kolam renang Sakinah ini adalah kolam pribadi yang disewakan untuk umum. Letaknya nun jauh diatas bukit di daerah Cigugur Parongpong. Dengan berangkot dua kali kurang lebih 45 menit waktu yang dihabiskan untuk sampai di tujuan
Jauh memang, bukan tak ada alternatif kolam renang yang lain, namun pilihan jatuh ke sana karena tempatnya tertutup (save buat ibu) dan sepi. Jam 9.00 pagi sudah sampai, kolam renang kosong, cuma kami sekeluarga yang pakai serasa kolam renang sendiri. Jika sudah lewat jam 12.00 banyak anak anak sekolah, Tiket masuk ke Sakinah cuma Rp. 6.000. ,murah sekali :)
Dalam setahun ini banyak sudah perkembangan yang didapat. Cerita lengkapnya di posting berikutnya :)
Senin, Februari 03, 2014
Belajar Tidur Sendiri
Tengah malam lewat sudah, jam dinding menunjuk pukul 01.21, ditemani hujan rintik saya berupaya menepati janji pada daftar kerja hari ini.
Kali ini Vira yang ingin saya ceritakan. Sejak akhir Desember kemarin Vira beberapa kali berbicara pada saya tentang niatnya untuk tidur di kasurnya sendiri. Saya tanya berulang kali dan jawabannya sama karena dede bayi sebentar lagi lahir :).
Tentu, saya sambut dengan baik keinginannya. Kasurnya sudah "duduk manis" sekitar setahun yang lalu, tapi rupanya "inspirasi" baru datang belakangan ini, tak apa, semua ada waktunya.
Sudah tiga hari Vira tidur di kasurnya sendiri. Malam pertama lulus dengan ditemani ibu hingga pagi. Malam kedua setelah ritual "pepende" dan saya lihat dia telah terlelap, saya kembali ke tempat tidur saya, ehhhh tengah malam si Neng cantik "lilir" dan rindu harum keringat ibu alias nempel lagi. Malam ketiga lulus sempurna tidur sampai pagi tanpa ditemani semalaman.
Malam berikutnya??.Masih jadi misteri. Yang jelas perjelas "goal", jalani...nikmati prosesnya dan sabar serta syukur dengan hasilnya. InsyaAlloh
Oh ya, ada sedikit oleh-oleh dari artikel yang saya baca sebelum memulai tulisan ini. Ada beberapa tips agar anak bisa tidur di kamarnya sendiri. Berikut tipsnya :
1. Cari tahu apa yang membuat anak ingin tetap tidur bersama kita. Cari solusi untuk hal tersebut
2. Ada ritual sebelum tidur agar alam bawah sadarnya mengkondisikan untuk lekas tidur. Misalnya dibacakan buku, dinyanyikan lagu, dibacakan ayat Al qur an atau bercerita.
3. Berikan "perlindugan" agar anak berani serta nyaman tidur sendiri. Misal diberi guling atau boneka untuk didekap, juga yakinkan bahwa Alloh senantiasa melindunginya.
4. Atur cahaya yang sesuai sehingga anak merasa nyaman dengan suasana kamarnya.
5. Terus usahakan, jangan mudah menyerah, menerapkan kebiasaan bukan pekerjaan instan
Selamat bersabar dan berbahagia menjalani proses :) :) (motivation for myself)
Jumat, Januari 17, 2014
USG 2
16 Januari 2013
Daftar pukul 16.00 dapat urutan 16, periksa pukul 19.30
Berat kurang lebih 100 g, usia kandungan 14 minggu
Ibu : tensi 90/60 bb 57 kg
Kata bu dokter alhamdulillah sehat, perkembangan normal
Rabu, Januari 15, 2014
Cie, Duo, Tigo,....
Liburan Maulid (14/01/14) kemarin Mufid janjian nginep sama Ghany sepupunya lewat sms Senin pagi Mufid minta izin untuk pergi ke rumah Nin dengan angkot, berarti ini kali kedua Mufid ngangkot sendiri. Tas digendong, ongkos dimasukkan saku celana, salim kemudian berangkat.
Dua hari nginep di Nin, Mufid dapet oleh oleh. Dia ngobrol sama Teh Icha, salah satu anak kost di rumah Nin yang orang Minang.
"Bu, Aa bisa hitung bahasa Padang dari satu sampai sepuluh" celotehnya
"Oh yaaa, coba ibu mau denger"
"Gini nih Bu, cie, duo, tigo, ampe, limo, anem, tujuah, delapan, sembilan, sepuluah" sebutnya
Wow, saya surprise juga, ternyata walau judulnya main, ada juga pengetahuan yang didapat.
Sore harinya, sewaktu ibu mau jemput pulang, ternyata Aa dan Ghany sedang cerdas cermat dipandu Bi Fina (adik ibu). Tebak-tebakan binatang dengan kombinasi tiga bahasa, Indonesia, Arab Inggris. Seru juga.
Pukul empat sore waktunya pulang, Aa Mufid, dan Vira pulang dibonceng ibu, Aura puas dan senang tersirat dari wajah mereka. Alhamdulillaah,
Sepeda motor melaju sekedarnya menuju Cihanjuang, dengan dua boncengan yang bergantian menguap menahan kantuk.
Rabu, Januari 08, 2014
Snorkling di Pasir Putih Pangandaran 1-2 Januari 2014
Mencoba sesuatu yang baru. Ya itu tema liburan kita di Pangandaran awal Januari kemarin. Salah satunya adalah mencoba snorkling di Pasir Putih. Bapa dan Aa Mufid menyewa kacamata selam plus pelampung. Setelah mendapat arahan dari om guide, nyeburlah Bapa dan Aa, ombaknya lumayan gede lho. Sementara deg-degan menunggu Ibu dan Vira main pasir yang warnanya putih dan mencari serpihan batu karang yang bentuknya unik.
Setengah jam lewat, dua lelaki muncul tiba tiba dari belakang, dengan wajah sumringah, aa Mufid memberondong ibu dengan cerita beberapa pasang ikan yang dia liat, belut listrik dan serunya 'terbang' bersama ombak ke tengah lalu kembali terlempar ke tepian. Tak disangka ketagihan, mereka melaut lagi. Yaaa ibu ngga kebagian jatah mencoba deh (karena waktu mepet)
Berani mencoba sesuatu yang baru, berani menerima tantangan, belajar mengendalikan diri dan belajar pede dengan kemampuan berenang di laut luas adalah beberapa pelajaran yang bisa dipetik :)
Lama Sekali Berhenti
Hampir 3 bulan off menulis disini. Namun alhamdulillaah dokumentasi berjalan relatif lebih baik dibanding menulis disini ( meski ada beberapa minggu yang terlewat juga :(). Terlalu menuruti nafsu malas dan alasan banyak urusan ini itu. Ahhh mau sampai kapan....
Bangun....
Bukankah HS telah jadi pilihan?!?!?!
Dan menulis kegiatan anak-anak adalah salah satu instrumen evaluasi!?!?!?
Ayolah...
Semua alasan itu benar dan masuk akal
Jangan bertekuk lutut pada alasan
Bangun, mulai langkahkan kaki lagi
Bismilaah...laa haula walaa quwwata illaa billaah...
Senin, Desember 02, 2013
3 Kebiasaan Baik #2
1. Menyimpan barang atau mainan ke tempat semula setelah dipakai (melanjutkan periode pertama)
2. Mandi minimal sekali setiap hari
3, Baca buku setiap hari.
Kesepakatan ini berlaku untuk semua anggota keluarga, Bapa, Ibu, Aa Mufid dan Vira. Dede bayi????? dibacain (Qur'an) sama ibu aja yaaa ;)
Semoga manfaat untuk hidup kita sekeluarga yaa. aamiin.




