Subscribe:

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Blog Archive

Minggu, Januari 29, 2017

Kenangan Kampung Halaman

Yang saya sebut kampung halaman bagi saya adalah tanah kelahiran. Tempat dimana saya pertama kali menghirup udara di dunia. Alloh takdirkan saya lahir di sebuah kota kecil di ujung Jawa Barat yang udaranya panas, maklumlah berada di jejeran pantai selatan. Kota Cijulang namanya.

Tak banyak yang saya ingat dan melekat dalam kenamgan. Hanya 1-2 tahun pertama kehidupan saya berada disana.

Kenangan yang masih lekat di ingatan adalah kenangan mudik tiap akhir Ramadhan. Perjalanan yang panjang bisa sampai 10-12 jam perjalanan dalam kondisi menahan lapar karena bertekad tak mau bocor shaum Ramadhan. Tekad begitu kuat karena hadiah istimewa selalu menanti. Ahhh indahnya ....

Suasana akhir Ramadhan di Cijulang Ciamis sana puluhan tahun silam masih terbayang. Para ibu memasak dan saling berkirim makanan di sore hari. Berbuka dengan air kelapa asli yang baru dijatuhkan dari pohonnya. Shalat tarawih yang panjaaaang banget dan setelah beranjak besar baru tahu jumlahnya 23 rakaat :D.

Lebaran diwarnai tabuhan bedug bersahut sahutan. Makanan sisa antar mengantar saat Ramadhan yang tersisa selalu dihangatkan sampai berwarna kehitaman yang disebut balendrang.... dan rasanya bikin kangen sampai sekarang.

Sudah hampir 10 tahun tak pernah berkunjung ke sana. Semenjak kakek nenek dari Bapak dan Mamah sudah tak ada. Kangen juga rasanya.


Rabu, Januari 25, 2017

Jurusan di Universitas Kehidupan

Tugas perdana di Matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #3


***

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.

Setelah merenung cukup lama saya mendapati setidaknya ada 3 kandidat utama ilmu yang ingin saya pelajari di universitas kehidupan.
Pertama : Ilmu menjadi istri dan menjadi ibu yang profesional.
Kedua : ilmu bisnis dan ilmu keoptikan.
Ketiga : ilmu kepenulisan

Namun sayangnya hanya 1 yang bisa dipilih. Saya paham, tentu agar saya bisa fokus dan mendalam sehingga ilmu yang digali bisa mencapai kualifikasi yang diharapkan.

Pilihan saya jatuhkan pada ILMU BISNIS DAN KEOPTIKAN. Alasannya???? Ada di soal berikutnya :)

***

2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

Sejujurnya pilihan saya diatas lebih besar didasari oleh "emergency mode" di keluarga kami.

Kami keluarga wiraswasta. Kami juga homeshooler family. Suami dan saya mengelola usaha yang sama. Taqdir Alloh tahun 2013 suami terkena stroke di usia 34 thn. Secara fisik alhamdulillah 90% pulih kecuali stamina. Namun secara mental (stabilitas emosi. psikologis dan motivasi) masih dalam proses recovery dan entah berapa lama pulihnya.
Dengan latar belakang situasi diatas, saya selaku istri terpanggil untuk "menambal" kekurangan kekurangan suami termasuk urusan bisnis. Karena secara ikhtiar, melalui pintu itulah penghidupan kami.

Kebahagiaan saya adalah saat bisa membantu suami menstabilkan kembali perusahaan mungil kami. Membawanya ke kondisi yang lebih berkembang sehingga tugas tugas usaha bisa didelegasikan.

Saya bahagia melihat anak-anak bahagia karena orangtuanya memiliki cukup waktu dan perhatian untuk mereka.

Semoga Alloh memudahkan jalannya.

***

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

Ilmu Bisnis
1. Mempelajari ilmu marketing selling dan branding online dan offline dari internet dan sosmed (buat jadwalnya)
2. Mengalokasikan dana untuk training online dan offline (sesuai budget)
3. Mencari ilmu memperluas jaringan (networking) offline dan online sesuai target market

Ilmu Optik
1. Belajar lewat internet (mata, kesehatan mata, perkembangan teknologi optik)
2. Berjejaring dengan pengusaha optik di Bandung
3. Cari ilmu untuk memperbesar dan mempertajam visi dan target

***

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?

Saya tertegun saat mendapat materi ini. Ilmu yang sudah lama tak saya jumpai lagi. Teguran pertama bagi saya adalah bebenah niat dalam mencari ilmu. "Cari ilmu untuk (sekedar) menuh menuhin memori dan memuaskan hasrat atau untuk BEKAL BERAMAL?" Itu pertanyaan yang akan saya tanyakan saat memuai mencari ilmu.

Kebiasaan copas tanpa menyertakan sumber adalah wujud ketidak hormatan pada guru :(. Saya masih terkadang melakukannya. Ini teguran kedua.

Hal lain yang membuat saya tersadar adalah sikap/adab kita dalam mencari ilmu akan jadi role model anak-anak saat mereka mencari ilmu.

Alloh mampukan hamba menjadi teladan yang baik untuk anak-anak.

#NHW1_EvaZakiyahShofa_IIPBandung


Rabu, Juli 27, 2016

Mata Pelajaran "Sekolah"

Babak baru untuk si sulung. Mencoba rasanya bangku sekolah, berangkat pagi, berpakaian sama dengan teman-teman, mengenal guru selain dari Bapa Ibunya.

Dan malam ini si emak harus menunda pekerjaan karena mendampingi si sulung mengerjakan PR.


Senin, April 18, 2016

Babak Baru

Babak baru menanti. Episode homeschooling yang sepertinya akan sedikit bergeser menuju home-education.

Lima orang sudah keluarga kami kini. Si sulung yang beranjak remaja. Si tengah yang sudah meninggalkan masa balitanya. Dan si bungsu yang baru berkenalan dengan dunia.

Tiga tahap perkembangan yang butuh penanganan berbeda dalam waktu bersamaan. Ternyata butuh ilmu lebih, stabilitas emosi dan fisik yang prima.

Hal penting yang baru kami sadari adalah ketidakberdayaan kami membimbing, mendidik anak anak tanpa petunjuk dan kekuatan dari Alloh Yang Maha Tahu. Salah satu ikhtiar yang harus ditempuh adalah sungguh-sungguh mendekat,pasrah dan memohon bimbingan,perlindungan dalam mengasuh serta mendidik anak-anak.

Yaa Alloh
bimbing kami
Kuatkan kami
Tunjuki jalan yang lurus untuk kami
Mudahkan kami
Cukupkan rizki lahir batin kami

Sadarkan kami
Mendidik adalah ibadah memelihara amanah
Bukan memenuhi "nafsu" kepuasan orangtua

Aamiin

_tengah malam sesaat setelah mendapati tantangan mendidik si sulung vs gadget_


Sabtu, Maret 12, 2016

Pemotretan Wisuda TK Firdaus di Balkot

Sebuah momen sederhana. Semoga jadi bagian "sejarah" ikatan batin kita yaa Nak


Menanti

Hening malam
Terbangun untuk kesekian malam
Dan mendapati kau masih betah di dalam
39-40 minggu sudah

Cinta ....
Kau ajarkan ibu sabar
Kau ajarkan ibu hauqolah
Kau ajarkan ibu tetap teguh tegak
Kau ajarkan ibu menyandarkan segenap harap
Kau ajarkan ibu makna setia pada cita cita keluarga

Alloh .....
Terima kasih salah satu episode hidup ini.


Minggu, April 19, 2015

We Love You, Nak

Sekian lama Bapa dan ibu larut dalam kehidupan orang dewasa.

Setelah melihat kalian mulai memperlihatkan gejala yang berbeda, ibu mulai sadar, sudah jauh Bapa dan ibu meninggalkan kalian meski fisik hampir 24 jam bersama kalian, namun pikiran, hati dan perhatian yang jarang "hadir" dengan sepenuh kesadaran

Maaf ya Nak....,
We love both of you

Peluk sayang Bapa Ibu
Bapa ibu ingin belajar hadir dengan penuh kesadaran untuk kalian


Senin, Desember 22, 2014

Ibu

Saya...
adalah seorang anak dari seorang perempuan bergelar "ibu"

Maka...
Bersyukurlah...
Berbaktilah...

Saya ...
adalah seorang perempuan bergelar "ibu" dari putra putri saya

Maka...
Merenunglah....
Berkhidmatlah pada keluarga...

Jumat, November 07, 2014

Konsisten

Belajar adalah sepanjang hayat. Butuh perpektif lari marathon dalam menjalaninya.

Lari marathon bukanlah sprint dengan jarak pendek dan waktu yang cepat, namun justru sebaliknya, butuh KETAHANAN dan STAMINA yang kuat untuk menjalaninya.

Jangan habiskan seluruh kekuatan di awal, karena perjalanan masih panjang.

Perlu strategi menarik ulur energi, kapan berlari cepat dan kapan melambat sambil mengatur nafas. Agar kita sampai di finish dengan selamat.