Sekian lama Bapa dan ibu larut dalam kehidupan orang dewasa.
Setelah melihat kalian mulai memperlihatkan gejala yang berbeda, ibu mulai sadar, sudah jauh Bapa dan ibu meninggalkan kalian meski fisik hampir 24 jam bersama kalian, namun pikiran, hati dan perhatian yang jarang "hadir" dengan sepenuh kesadaran
Maaf ya Nak....,
We love both of you
Peluk sayang Bapa Ibu
Bapa ibu ingin belajar hadir dengan penuh kesadaran untuk kalian
Minggu, April 19, 2015
We Love You, Nak
Minggu, Januari 04, 2015
Senin, Desember 22, 2014
Ibu
Saya...
adalah seorang anak dari seorang perempuan bergelar "ibu"
Maka...
Bersyukurlah...
Berbaktilah...
Saya ...
adalah seorang perempuan bergelar "ibu" dari putra putri saya
Maka...
Merenunglah....
Berkhidmatlah pada keluarga...
Jumat, November 07, 2014
Konsisten
Belajar adalah sepanjang hayat. Butuh perpektif lari marathon dalam menjalaninya.
Lari marathon bukanlah sprint dengan jarak pendek dan waktu yang cepat, namun justru sebaliknya, butuh KETAHANAN dan STAMINA yang kuat untuk menjalaninya.
Jangan habiskan seluruh kekuatan di awal, karena perjalanan masih panjang.
Perlu strategi menarik ulur energi, kapan berlari cepat dan kapan melambat sambil mengatur nafas. Agar kita sampai di finish dengan selamat.
Rabu, September 17, 2014
Bu Guru
Beberapa hari ini Vira lagi senang main "bu guru-bu guru"an. Katanya kalau di rumah Vira panggil bu guru, kalau di luar panggil ibu aja :)
Ini kesempatan ibu memasukkan berbagai "materi belajar". Bernyanyi. Murojaah. Menulis. Membaca. Craft. Memasak atau bersepeda dan banyak lagi materi dadakan .
Senin, September 08, 2014
Menemani
Ibu : "Besok Ibu mau shaum Qodho"
Bapa : "Bapa mau nemenin ibu ah"
Mufid : "A Mufid juga mau temenin ya Bu"
Vira : " Iya juga,.....Iya jugaaa..."
Ibu : "Aa mau temenin ibu shaum besok, Aa niatnya shaum Senin Kamis aja" jelas saya serius
Mufid : "(sambil nyengir) Aa mah temenin sahurnya aja ya bu"
Ibu : "duing.......duing??????? :( "
Ibu : "Kalo Vira mau temenin ibu shaum juga?"
Vira : "Iya mah mau temenin makan pas baca Allohumma laka sumtu aja" (buka maksudnya)
Ibu : Wak.....Waw......:) :) :)
Sabtu, September 06, 2014
"Nyebrang Jembatan, Aku Berani Sekarang !!!"
Ini satu cerita kami (Saya dan Vira) berkenaan dengan rasa takut.
Setiap akan pergi atau pulang ia meminta penuh harap agar berjalan memutar untuk menghindari jembatan itu. Entah apa sebabnya, sampai saat ini ibu belum tahu pasti. Hanya takut dan ngga berani alasan yang dia berikan.
Beberapa minggu lalu, di tempat pramuka, Vira punya teman baru Keisya namanya. anaknya aktif secara fisik dan verbal mirip ibunya (Teh Sri Kandi Haryati). Satu kali Keisya ngajak main ke seberang dan tentu saja harus lewat jembatan. Melihat temannya begitu santai dan tanpa beban menyeberangi jembatan, rupanya menginspirasi Vira untuk memberanikan diri mencoba menyebarangi jembatan itu.
Satu lagi keterampilan hidup telah kami pelajari. Alhamdulillaah
Selasa, September 02, 2014
Sepeda Vira
Satu bulan terakhir Vira suka iseng pakai berkeliling di tengah rumah. Tentu saja sudah kekecilan sepeda itu untuk anak seusianya. Tangan dan kakinya sering pegal setelah main sepeda itu. Sempat juga bermain sepeda di perumahan di belakang rumah.
Lalu Bapa dan ibu berencana membelikan sepeda baru yang sesuai untuk ukuran tubuhnya. Mula-nula Vira ngga mau sepeda roda empat karena takut jatuh katanya kalau kena batu. Ia keukeuh pengen roda tiga aja.
Lalu ibu ajak Vira jalan-jalan ke salah satu swalayan besar, disana ibu tunjukkan sepeda roda tiga, sepeda roda empat dan sepeda roda dua. Dengan pengalaman mencoba menaiki sepeda roda empat, Vira tersenyum seraya mengamini untuk dibelikan sepda roda empat.
Keluar dari ATM, lalu Bapa, Mufid dan Vira berangkat menuju toko sepeda. Tak lama memilih Vira jatuhkan pilihan ke sepeda yang berwarna merah. Deal, sepedapun di bayar.
Rencana awal sepeda akan dibawa esoknya oleh Bapa dan ibu, namun ternyata dengam memaki motor Vira di depan, sepeda di pangku Mufid dengan tali rapia diselendangkan ke Bapa. akhirnya sang sepeda sampai juga di Cihanjuang hari itu juga. Alhamdulillaah.
Siang sepeda sampai. Sorenya sudah lancar menggoes latihan berkeliling di tengah rumah. Tak sabar main sepeda ke perumahan, Akhirnya sepakat hari Sabtu Bapa dan ibu janji untuk mengantar Aa dan Vira main sepeda di perumahan.
Hal sederhana yang membuat kami sekeluarga bahagia. Alhamdulillaah
Senin, September 01, 2014
ODOA dan ODOH
Kami Keluarga Muslim,
Pedoman hidup kami Al Qur'an dan As Sunnah
Lalu bagaimana "membumikan" tagline diatas pada kami serta anak-anak?. Salah satu cara yang terpikir adalah dengan pembiasaan mendekatkan diri kami serta anak-anak dengan Al Qur'an san Hadits Rasululloh SAW
Lalu teknisnya?
Setiap ba'da Sholat Shubuh setelah Ibu atau Bapa menyimak bacaan Al Qur'an Aa Mufid satu makro', Kami (Bapa, Ibu dan Aa Mufid) membaca satu ayat dari Al Qur'an serta terjemahnya dilanjutkan dengan membaca satu Hadits (artinya saja) dimulai dari Hadts Bukhori.
Bergiliran kami membacanya. Hari pertama Bapa, hari kedua Ibu dan hari ketiga Aa Mufid. Begitu seterusnya.
Kegiatan ini sudah berjalan setengah bulan. Kami berdo'a semoga kegiatan ini istiqomah. Aamiin
Cat : kami baru di level mendawamkan membacanya, BELUM ke level menghafalkan seperti pada gambar.



